Martapura, KalselDaily.com – Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan persoalan yang belakangan menjadi perhatian publik telah lebih dulu ditangani melalui mekanisme internal.
Berdasarkan hasil komunikasi dan klarifikasi terhadap kedua pihak yang terlibat, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 15 Juni 2026 dan sejak saat itu telah diupayakan penyelesaiannya melalui komunikasi serta mediasi di lingkungan Pemkab Banjar.
Seperti dikutip dari Suara Radio Banjar, Kedua pihak mengakui persoalan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah ramai diberitakan media dan diperbincangkan di ruang publik. Mereka juga menyadari bahwa dalam dinamika organisasi, perbedaan pandangan maupun kesalahpahaman merupakan hal yang dapat terjadi dan semestinya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, serta mekanisme internal yang berlaku.
Salah satu pihak, AY, menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Ia membantah adanya tindakan pemukulan sebagaimana ramai diberitakan.
Menurut AY, kedatangannya saat itu semata-mata untuk menemui IJ dan berdiskusi. Namun, dalam prosesnya terjadi kesalahpahaman yang memicu ketegangan di antara keduanya.
AY juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat berkembangnya persoalan tersebut. Permohonan maaf itu ditujukan kepada pimpinan daerah, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar, serta masyarakat yang merasa terganggu dengan pemberitaan yang beredar.
Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan secara baik melalui mekanisme internal yang telah tersedia.
Sementara itu, IJ turut menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pemukulan maupun perkelahian fisik sebagaimana berkembang di berbagai pemberitaan. Ia menyatakan tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang persoalan dan berharap penyelesaiannya dapat dilakukan secara proporsional.
Berdasarkan hasil klarifikasi kedua belah pihak, narasi mengenai adanya aksi pemukulan maupun adu jotos dipastikan tidak sesuai dengan pengakuan mereka. Hingga kini, proses penyelesaian tetap berlangsung melalui mekanisme internal Pemerintah Kabupaten Banjar, sebagaimana sebelumnya juga telah disampaikan Sekretaris Daerah bahwa persoalan tersebut sedang dimediasi.
Kedua pihak menyatakan berkomitmen untuk tidak memperbesar persoalan dan berharap penyelesaiannya dapat menjaga profesionalisme aparatur, memperkuat soliditas organisasi, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Pemerintah Kabupaten Banjar pun mengajak seluruh pihak menghormati proses penyelesaian yang sedang berjalan dan tidak berspekulasi di luar fakta yang telah diklarifikasi, sehingga situasi tetap kondusif dan penyelesaian dapat berlangsung secara objektif. (Daily/md)
SC: RSB











Leave a Reply