Menu

Mode Gelap

Daerah

Pesan Almarhum Abah Guru Danau Jelang Pemilu 2024


 Pesan Almarhum Abah Guru Danau Jelang Pemilu 2024 Perbesar

 

Kalseldaily.com – Ulama kharismatik Kalimantan Selatan, KH Asmuni atau Abah Guru Danau mengimbau kepada masyarakat di banua agar dapat menjaga situasi kondusif dari sebelum hingga Pemilu 2024 selesai.

Warga banua diminta jangan sampai terpecah belah meski berbeda pilihan dan saling menghormati pilihan masing-masing.

Dalam video berdurasi 1 menit 12 detik, Guru Danau mengatakan tiga calon di Pilpres 2024 adalah kawan beliau.

“Yang tiga calon itu suah (pernah) ke rumahku. Pertama Mahfud MD suah ke rumah ku, Prabowo suah ke rumahku, Cak Imin suah ke rumah ku.

Baca juga : Abah Guru Danau Dimakamkan di Alkah Keluarga, Ribuan Jemaah Berlinang Air Mata

Jadi aku kada umpat (tidak ikut) ke mana-mana. Umpat ini katiya kawanku, umpat itu kawanku jua,” sebut Guru Danau dalam video.

“Jadi kita ini (ikut) instruksi pemerintah. Kita handak (menjelang) pemilu ini bedamai haja. Jangan handak maolah (bikin) masalah. Handak mancucuk (mencoblos) yang mana, cucuk ha situ,” sambungnya.

Kini Abah Guru Danau telah wafat, beliau dilahirkan di Danau Panggang. Diperoleh dari berbagai sumber, Guru Danau dituliskan lahir 1951, tetapi adapula yang menyebut 1955 dan 1957.

Nama ‘Danau’ yang dilekatkan sebenarnya merupakan nama tempat kelahiran.

Guru Danau adalah anak ketiga dari pasangan Haji Masuni dan Hajjah Masjubah.

Masuni merupakan warga Danau Panggang, sedangkan sang ibu berasal dari Marabahan.

Guru Danau menempuh pendidikan tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiah di Pesantren Mu’alimin Danau Panggang dan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Mu’alimin Danau Panggang.

Kemudian meneruskan aliyah  di Pesantren Darussalam Martapura. Selama belajar di Pesantren Darussalam, Guru Danau juga belajar dengan sejumlah ulama berpengaruh, diantaranya Tuan Guru Semman Mulya, Tuan Guru Royanidan Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.

Bahkan setelah memilik pengajian dan pesantren sendiri, secara rutin Guru Danau tetap mengikuti pengajian Abah Guru Sekumpul di Langgar Darul Aman maupun setelah pindah ke Langgar Ar-Raudah.

Setelah menamatkan pendidikan di Darussalam, Guru Danau dianjurkan Abah Guru Sekumpul untuk kembali belajar di Pesantren Datuk Kalampaian Bangil di Jawa Timur.

Setelah menuntut ilmu, Guru Danau membuka pengajian agama di Desa Bitin sejak tahun 1980 dan mengajar di Pesantren Salatiah.

Kemudian mulai 1981, Guru Danau juga membuka pengajian di Danau Panggang sampai sekarang.

Tim Editor

 

Artikel ini telah dibaca 333 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima Penghargaan Atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kinerja Tinggi

27 April 2026 - 21:22

Dua Eks Pejabat Disdik Banjarmasin Ditahan dalam Kasus Sewa Komputer

27 April 2026 - 21:12

Pemprov Kalsel Perkuat Kerja Sama, 463 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

23 April 2026 - 09:29

Feeder Trans Banjarbaru Masih Gratis, Dishub Dorong Warga Beralih ke Angkutan Umum

21 April 2026 - 19:38

Jenguk Pasien di RSUD Ulin, Sudian Noor Tunjukkan Kepedulian dan Awasi Layanan Kesehatan

19 April 2026 - 20:57

129 ASN Kalsel Resmi Disumpah, Gubernur: Jaga Integritas dan Jauhi Judi Online

15 April 2026 - 10:57

Trending di Daerah