Menu

Mode Gelap

Hulu Sungai Tengah

Setelah Puluhan Tahun Menunggu, Perbaikan Jalan Vital di Desa Kayu Rabah HST Mulai Dikerjakan


 Kondisi jembatan di Jalan Tatah Cagat Balimau perbatasan Desa Kayu Rabah Kabupaten HST dengan Desa Pinang Kara Kabupaten HSU Perbesar

Kondisi jembatan di Jalan Tatah Cagat Balimau perbatasan Desa Kayu Rabah Kabupaten HST dengan Desa Pinang Kara Kabupaten HSU

Kalseldaily.com  Barabai – Penantian Panjang warga Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), untuk memiliki akses jalan layak akhirnya mulai menampakkan hasil.

Setelah bertahun-tahun hanya bisa mengusulkan dalam Musrenbang tanpa pernah direalisasikan, kini perbaikan jalan tembus Balimau–Pinangkara kian dekat dengan kenyataan. Tanda nyata terlihat dari pembongkaran jembatan kayu lama yang dilakukan Dinas PUPR HST. Jembatan itu akan diganti konstruksi beton permanen sebagai akses Utama membawa material pembangunan jalan.

Sekretaris Desa Kayu Rabah, Rahmadi, mengaku lega karena perjuangan Panjang warga mulai membuahkan hasil. “Jalan ini selalu jadi prioritas Utama yang kami ajukan, tapi selalu terbentur alas an anggaran. Syukurlah sekarang sudah ada tindak lanjut,” ucapnya, Kamis (2/10).

Jalan tersebut sangat vital karena menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di dua desa, Kayu Rabah dan Pinangkara. Hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan selama ini sulit diangkut lewat darat lantaran jalan berlumpur dan rusak parah, sehingga warga terpaksa menggunakan kelotok atau jukung.

Fitrianor, Kaur Umum dan Perencanaan desa, menambahkan bahwa perbaikan jalan akan berdampak besar bagi ekonomi warga. Selain menghubungkan dua desa, jalur ini juga membuka akses antar kabupaten, yakni HST dan HSU. “Dulu warga Pinangkara bahkan menyekolahkan anaknya ke SD dan SMP di Kayu Rabah lewat jalan ini. Jadi perbaikan jalan akan menghidupkan Kembali interaksi dan aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Meski Sebagian ruas pernah disentuh program TMMD, kerusakan Kembali terjadi karena sering terendam banjir. Saat ini baru sekitar 300 meter jalan yang dipaving, sementara dua kilometer sisanya masih rusak. Biaya perbaikan cukup besar karena sebelumnya material harus dilangsir manual akibat jembatan kayu tak mampu menahan beban truk.

Dengan pembangunan jembatan beton yang sedang dikerjakan, hambatan itu diperkirakan teratasi. Pantauan lapangan menunjukkan proses pembongkaran jembatan lama sudah berlangsung, menandai dimulainya Langkah konkret menuju perbaikan jalan yang selama ini diidamkan warga. (*)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Lagu “Gadis Manis Kalimantan” Viral di TikTok, Lirik ‘P P Apa?’ Ramai di FYP

31 March 2026 - 21:08

Bioskop Sementara di Barabai Diserbu Penonton, 2.000 Orang Tonton Film Kuyank Saat Lebaran

30 March 2026 - 23:43

Polres HST Sediakan Bus Gratis untuk Arus Balik Lebaran

24 March 2026 - 22:44

HST Raih Predikat Kabupaten Menuju Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup

25 February 2026 - 22:55

Pemkab HST Siapkan Rp24 Miliar untuk THR ASN

22 February 2026 - 21:17

Perbaikan Jalan Lingkar Kapar–Walangsi Mulai Dikebut, Titik Rusak Ditangani Bertahap

17 February 2026 - 22:55

Trending di Daerah