Kalseldaily.com Marabahan – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Barito Kuala terus digencarkan. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kembali memperkuat koordinasi lintas sektor lewat Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Dinas Pekerjaan Umum, Kamis (9/10).
Rakor yang dipimpin Wakil Bupati Herman Susilo ini dihadiri Sekretaris Daerah H. Zulkipli Yadi Noor, Kepala DPPKBP3A, perwakilan organisasi wanita, Baznas, serta sejumlah SKPD terkait. Suasana pertemuan berlangsung serius namun penuh semangat, mencerminkan tekad bersama untuk menurunkan angka stunting di daerah.
Dalam arahannya, Wabup Herman menekankan pentingnya kolaborasi dan langkah nyata agar program GENTING tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata.
“Mudah-mudahan rakor ini bisa memberikan solusi yang terbaik untuk masalah genting ini. Kita berharap ke depan target kita dan target dari pusat bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.
Dari hasil evaluasi yang disampaikan Sekda Zulkipli Yadi Noor, hingga kini terdapat 99 entitas yang terlibat sebagai orang tua asuh dengan total dana terkumpul Rp354,4 juta. Dari jumlah itu, Rp353 juta telah disalurkan ke 17 kecamatan, untuk membantu anak asuh, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program GENTING juga telah dimonitoring di empat kecamatan: Mekarsari, Wanaraya, Tamban, dan Rantau Badauh. Hasilnya, sebagian besar anak penerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menunjukkan peningkatan berat dan tinggi badan. Meski begitu, masih ada beberapa kasus stagnasi pertumbuhan akibat faktor penyakit, pola makan yang kurang baik, dan kebiasaan jajan berlebihan.
Tim di lapangan juga menghadapi kendala keterbatasan sarana, medan sulit, serta belum adanya insentif bagi kader penyedia PMT. Karena itu, Kepala DPPKBP3A menekankan pentingnya dukungan lintas sektor—terutama dari Dinas PU dan Perkim—untuk mengintegrasikan program air bersih, sanitasi, dan rumah layak huni dalam upaya pencegahan stunting.
Menutup kegiatan, Wabup Herman menegaskan perlunya memperkuat edukasi kepada masyarakat. “Bagaimanapun kita memberikan bantuan atau arahan, kalau orang tuanya tidak memahami pentingnya gizi anak, tentu hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan semangat gotong royong, Pemkab Barito Kuala berharap GENTING terus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan generasi Batola yang sehat dan bebas stunting. (SC Diskominfo Batola)















Leave a Reply