Kalseldaily.com Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peran Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis digital.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan bahwa hingga kini telah terbentuk 2.013 koperasi, namun baru 140 yang aktif dan terdata dalam sistem aplikasi koperasi. Koperasi aktif tersebut telah menjalankan kegiatan ekonomi mandiri dan sebagian telah mengikuti pelatihan dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, koperasi yang belum aktif akan didampingi tenaga khusus dari Kementerian Desa untuk membantu pengelolaan usaha dan penggunaan aplikasi digital. Setiap koperasi yang memenuhi syarat juga dapat mengajukan pinjaman modal hingga Rp3 miliar ke pemerintah pusat.
Menurutnya, koperasi di Kalsel kini telah bergerak di berbagai sektor seperti penjualan LPG, sembako, hingga layanan kesehatan. Keberadaan koperasi juga membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok dengan memangkas rantai distribusi antara produsen dan konsumen.
Kalsel menjadi salah satu provinsi pertama yang menerapkan sistem koperasi digital, di mana anggota dapat memantau keuangan dan melakukan transaksi secara transparan. Beberapa koperasi di Banjar dan Banjarbaru kini dijadikan model percontohan bagi daerah lain.
Gusti Yanuar mengajak masyarakat untuk bergabung dalam koperasi di wilayah masing-masing. “Koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tapi juga tempat membangun kemandirian bersama,” ujarnya. (Daily/Fin/MCKalsel)














Leave a Reply