Kalseldaily.com Jakarta – Pemerintah memastikan hanya dua maskapai penerbangan yang akan melayani keberangkatan jamaah haji reguler tahun 2026. Kedua maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan teknis oleh Kementerian Haji dan Umrah RI.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan keputusan ini dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Menurutnya, dari tujuh maskapai yang diundang mengikuti proses seleksi, hanya dua maskapai itu yang memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan.
“Hasil evaluasi menunjukkan hanya Garuda Indonesia dan Saudi Airlines yang memenuhi persyaratan administrasi, teknis, dan operasional sesuai standar penerbangan haji,” ujar Gus Irfan dalam rapat yang juga disiarkan melalui TVR Parlemen.
Garuda Indonesia ditunjuk untuk melayani 102.502 jamaah haji reguler beserta petugas kloter. Rute penerbangan Garuda akan mencakup embarkasi Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Banten, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Sementara itu, Saudi Airlines akan mengangkut 101.860 jamaah haji dan petugas kloter dari embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Kertajati (Indramayu), dan Surabaya.
Dengan pembagian ini, pemerintah berharap pelayanan penerbangan haji tahun 2026 dapat berjalan lancar dan lebih efisien. Setiap maskapai diwajibkan mematuhi standar keselamatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu penerbangan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan Indonesia dan Arab Saudi.
Gus Irfan menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap kesiapan kedua maskapai tersebut hingga masa keberangkatan tiba. “Kami ingin memastikan seluruh jamaah haji mendapatkan pelayanan terbaik sejak dari embarkasi hingga tiba di Tanah Suci,” tegasnya. (Daily/Fin)















Leave a Reply