Menu

Mode Gelap

Pemprov Kalsel

68.072 Jiwa Tedampak Banjir, Kalsel Usul Operasi Modifikasi Cuaca


 Kondisi terkini desa terdampak banjir, Teluk Selong Ulu, Kec. Martapura Barat, Kab. Banjar (foto: kalseldaily.com) Perbesar

Kondisi terkini desa terdampak banjir, Teluk Selong Ulu, Kec. Martapura Barat, Kab. Banjar (foto: kalseldaily.com)

Kalseldaily.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan telah mengajukan usulan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada pemerintah pusat. Langkah ini dinilai perlu dilakukan guna menekan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut dan mencegah meluasnya banjir di berbagai kabupaten dan kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedy Mulyadi, menyebut bahwa curah hujan diperkirakan akan terus mengguyur wilayah Kalimantan Selatan hingga April 2025, berdasarkan prediksi BMKG. “Dengan durasi hujan yang cukup panjang, pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan nyata, termasuk meningkatkan langkah mitigasi. OMC menjadi solusi yang kami usulkan untuk meminimalkan dampak bencana banjir,” ungkap Bambang di Banjarbaru.

Menurutnya, OMC merupakan strategi mitigasi yang tepat selama musim hujan, terutama untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Bambang berharap agar pemerintah pusat dapat menyetujui usulan ini, mengingat dampaknya akan sangat signifikan bagi pengurangan risiko banjir di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data dari Bidang Pusdalops BPBD Kalsel, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak awal Januari 2025 telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Tercatat sebanyak 24.618 kepala keluarga atau sekitar 68.072 jiwa terdampak, dengan 21.673 unit rumah dilaporkan terendam.

Hujan yang hampir merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan selama sebulan terakhir menjadi faktor utama terjadinya bencana ini.

Untuk mengatasi banjir dan bencana lainnya, BPBD Kalsel telah menjalankan berbagai upaya mitigasi, baik secara struktural maupun non-struktural. Mitigasi struktural meliputi pembangunan bendungan, tanggul, normalisasi sungai, dan berbagai infrastruktur lainnya.

Sementara itu, mitigasi non-struktural difokuskan pada penyusunan dokumen kebencanaan, seperti peta kerawanan bencana, Kajian Risiko Bencana Nasional 2022-2026, serta beberapa rencana kontingensi untuk banjir, kekeringan, longsor, dan kebakaran hutan periode 2025-2027.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk aktif membantu masyarakat yang terdampak banjir, khususnya selama periode Januari ini.

BPBD Kalsel berharap dengan adanya OMC, curah hujan dapat dikendalikan sehingga risiko banjir dapat diminimalkan dan masyarakat dapat merasa lebih aman menghadapi musim penghujan yang masih berlangsung.

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Disbunnak Kalsel Perkuat Peternakan Rakyat untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

17 June 2026 - 15:27

Wagub Kalsel Hasnuryadi Bersama Habib Syekh Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H di Asam-Asam Tanah Laut

17 June 2026 - 15:20

Dorong Distribusi Hasil Pertanian, Jalan Jejangkit Batola Segera Dibenahi

8 June 2026 - 10:06

Pemprov Kalsel Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

8 June 2026 - 09:51

Ribuan Jemaah Padati Majelis Ta’lim Ummul Mu’minin Sayyidah Khadijah, Dihadiri Ketua TP PKK Kalsel

8 June 2026 - 09:48

Cafe Forester Resmi di Buka di Taman Hutan Hujan Tropis di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel

2 June 2026 - 14:43

Trending di Daerah