Menu

Mode Gelap

Daerah

H. Sudian Noor,S.AP Minta Pengawasan Haji Diperketat, Dorong Mitigasi dan Penegakan Hukum


 Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN H Sudian Noor,S.AP saat menyampaikan arahan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Senin (28/4) Perbesar

Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN H Sudian Noor,S.AP saat menyampaikan arahan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Senin (28/4)

Kalseldaily.com – Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN H Sudian Noor,S.AP menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan ibadah haji agar kasus-kasus pemberangkatan ilegal tidak kembali terjadi. Ia menegaskan perlunya mitigasi serius serta keterlibatan semua pihak terkait untuk menekan potensi pelanggaran.

Hal ini disampaikan H Sudian Noor saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penyelenggaran Ibadah Haji Tahun 2025 di Jakarta, Senin (28/4).

“Saya meminta kepada Kementerian Agama membentuk  Sistem Pengawasan dan Penegakan Hukum (Siswas Gakkum) yang melibatkan instansi terkait seperti Imigrasi, Polri, BIN, termasuk Anggota DPR RI, serta Badan Penyelenggara Haji untuk memperketat pengawasan,” tegas Sudian Noor.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 154 Tahun 2024 Bab II Pasal IV, di mana salah satu tugas dan fungsi Badan Penyelenggara Haji (BPH) adalah melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa pengawasan jangan hanya bersifat reaktif terhadap laporan, tetapi harus proaktif agar memberikan efek jera terhadap travel-travel nakal yang mencoba mengakali jalur resmi keberangkatan haji.

Baca juga : Jemaah Pakai Visa Ilegal Berhaji, Lintas Komisi DPR RI Turun Tangan Minta Bentuk Siswas Gakkum Haji

Pernyataan ini menyusul keberhasilan Polres Bandara Soekarno-Hatta bersama Imigrasi dan Kementerian Agama dalam menggagalkan keberangkatan 10 orang yang diduga akan melaksanakan haji secara ilegal. Mereka diketahui menggunakan visa kerja atau amil dan berencana terbang melalui Malaysia menuju Arab Saudi.

Namun, H. Sudian Noor mengungkapkan bahwa berdasarkan berita acara, jumlah yang dicegah sebenarnya mencapai 80 orang, bukan hanya 10 seperti yang diberitakan. “Ini bukti bahwa modus seperti ini marak terjadi. Mereka menggunakan jalur negara ketiga seperti Malaysia, Filipina, Singapura, bahkan negara Jazirah Arab seperti Qatar, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Jeddah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sudian Noor juga memberikan dorongan kepada Lion Air untuk membuktikan kualitas layanan mereka. “Ini kesempatan emas untuk Lion Air menunjukkan layanan full service yang excellent, bahkan bisa lebih baik dari maskapai lain. Tunjukkan bahwa Lion Air mampu bersaing,” tambahnya.

Dengan perhatian penuh terhadap penyelenggaraan ibadah haji, Sudian Noor berharap kejadian serupa tidak lagi terulang, dan seluruh calon jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman dan nyaman.

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Ribuan Jemaah Padati Majelis Ta’lim Ummul Mu’minin Sayyidah Khadijah, Dihadiri Ketua TP PKK Kalsel

8 June 2026 - 09:48

Cafe Forester Resmi di Buka di Taman Hutan Hujan Tropis di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel

2 June 2026 - 14:43

Wagub Hasnuryadi Hadiri Puncak Harjad Kotabaru ke-76

2 June 2026 - 14:28

Diduga Peras Mantan Pacar Rp11 Juta, ABD Ditangkap Polresta Banjarmasin

23 May 2026 - 07:59

Polisi Bongkar Dugaan Pungli Sopir Truk Solar di SPBU Basirih, Satu Orang Jadi Tersangka

19 May 2026 - 09:18

Satu-satunya di Indonesia, Siswa Sekolah Rakyat Banjarbaru Terima Tabungan Haji Muda dari H. Sudian Noor

9 May 2026 - 21:23

Trending di Daerah