kalseldaily.com – Arab Saudi – Penyelenggaraan ibadah haji 2025 kembali menjadi sorotan. Hal ini terkait sistem baru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi, yakni penggunaan kartu nusuk dan skema layanan oleh perusahaan atau syarikah.
Penerapan sistem baru ini, ternyata berdampak besar terhadap proses keberangkatan hingga penyatuan kloter jemaah.
Bahkan, tak sedikit jemaah yang harus terpisah dari rombongannya, termasuk pasangan dan pendamping mereka.
Melihat kondisi ini, Kepala Sektor 4 Daker Mekkah Kamaludin mengatakan pihak tetap melayani jemaah meskipun bukan dari berasal dari sektor yang mereka layani.
“Kita tetap memberi layanan kepada jemaah asal Indonesia, kita pastikan jemaah mendapatkan makanan,” ujarnya.
Petugas Haji Layanan Konsumsi, Neni Sriyuliani mengatakan bahwa jemmah yang terpisah dengan rombongan, dan bukan dari sektor 4, pihaknya tetap memberikan layanan memberikan makanan kepada mereka.
“InsyaAllah kita tetap melayani, memberika konsumsi kepada para jemaah meskin bukan dari sektor yang kami layani,” sampainya.















Leave a Reply