Kalseldaily.com – Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar Lomba Resensi Buku tingkat SMA/sederajat. Kegiatan yang digelar pada Kamis (24/7/2025) ini menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi di kalangan pelajar Banua.
Lomba yang berlangsung di Aula Dispersip Provinsi Kalsel tersebut diikuti oleh 50 peserta dari berbagai SMA dan sederajat di 13 kabupaten/kota se-Kalsel. Para peserta diminta meresensi buku-buku koleksi perpustakaan daerah, dan menyampaikan ulasannya secara langsung di hadapan dewan juri.
“Ini merupakan lomba resensi pertama yang kami gelar di tahun 2025. Tujuannya untuk melatih kemampuan membaca, memahami, serta mengevaluasi isi buku, sekaligus meningkatkan kreativitas pelajar dalam menyampaikan pendapat,” ujar Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni.
Sri menjelaskan, lomba ini juga menjadi bagian dari strategi Dispersip untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Kalimantan Selatan.
“IPLM kita saat ini sudah cukup bagus. Dengan kegiatan ini, kita harap indeks tersebut bisa terus membaik, begitu pula dengan angka kegemaran membaca,” tambahnya.
Pada kompetisi ini, juara pertama diraih oleh Akhmad Reza Maulana dari SMAN 1 Banjarmasin dengan nilai 475 poin. Juara kedua diraih Rachel Ashila Gratia dari MAN 2 Banjarmasin (470 poin), dan juara ketiga Nailah Azmi dari MAN 3 Banjarmasin (460 poin).
Sementara untuk kategori juara harapan, masing-masing diraih oleh Harapan I: Juni Amelia Rachman – SMKN 1 Banjarbaru, Harapan II: Ghina Raisa Kamila – MAN Insan Cendekia Tanah Laut, Harapan III: Santi Putri Mirani – SMAN 2 Kotabaru.
Adapun penghargaan peserta favorit diraih oleh Zahra Athira Faiha dari SMAIT Ukhuwah Banjarmasin.
Total hadiah yang disediakan dalam lomba ini mencapai Rp15 juta, terdiri dari uang pembinaan, trofi, dan piagam penghargaan untuk para pemenang.
Ketua dewan juri lomba, Muhammad, menegaskan bahwa penilaian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penilaian terhadap naskah resensi serta performa peserta saat membacakan hasil resensinya.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta memang memahami isi buku dan tidak sekadar mengandalkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI),” katanya.
Menurutnya, penampilan langsung menjadi salah satu cara efektif untuk menilai pemahaman peserta terhadap buku yang mereka resensi.
Melalui kegiatan ini, Sri Mawarni berharap generasi muda Kalsel semakin akrab dengan dunia literasi dan tertarik menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar yang menyenangkan.
“Kami ingin mereka tahu bahwa perpustakaan punya koleksi buku yang menarik. Harapannya, mereka bisa lebih mencintai budaya membaca dan rutin berkunjung ke perpustakaan,” tutupnya.















Leave a Reply