Kalseldaily.com Martapura — Suasana di RSUD Ratu Zalecha, Martapura, Kamis (9/10/2025) malam, berubah menjadi sibuk dan tegang. Sejumlah ambulans datang silih berganti membawa pelajar yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah wilayah Martapura.
Hingga pukul 23.40 Wita, petugas rumah sakit mencatat 87 orang telah mendapat perawatan intensif. Sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar dan madrasah yang mengalami mual, muntah, serta nyeri perut hebat beberapa jam setelah makan siang.
“Sebagian dirawat di bawah ruang IGD dan sebagian lagi di lantai dua. Petugas kami masih terus menerima pasien sampai hampir tengah malam,” ujar salah satu petugas keamanan RSUD Ratu Zalecha.
Kondisi ini membuat tenaga medis harus bekerja ekstra. Bahkan, aparat dari Kodim 1006/Banjar turut membantu proses pengawasan di rumah sakit. Komandan Kodim, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, menegaskan seluruh unsur siaga mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan korban.
“Waktu 12 jam pertama menjadi masa rawan. Kami terus pantau karena gejala bisa muncul tidak bersamaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli memastikan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan menyita dan meneliti sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.
“Tim sudah mengamankan sampel dari dapur penyedia di Tungkaran. Saat ini sedang diuji di laboratorium kesehatan untuk mengetahui sumber kontaminasi,” katanya.
Dari data sementara, korban berasal dari beberapa sekolah di Martapura, termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assalam dan SMA Islam Terpadu Assalam. Bahkan, kepala sekolah salah satu lembaga pendidikan itu juga dilaporkan turut mengalami gejala dan sempat dirawat di rumah sakit.
Salah satu siswa MI Assalam, Ahmad Nuzhan (10), menceritakan bahwa ia mulai merasa tidak enak badan tak lama setelah pulang sekolah.
“Pagi tadi makan nasi kuning sama ayam suwir dan sayur buah. Sorenya perut mulai sakit, terus muntah,” ujarnya lirih di ruang perawatan.
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kesehatan kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, terutama terkait standar higienitas dapur dan distribusi makanan. Tim gabungan Polri dan Dinkes juga akan mengumumkan hasil uji laboratorium begitu hasil analisis selesai. (SC Kanal Kalimantan)















Leave a Reply