Kalseldaily.com Banjarbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan Islam, Anggota DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor, S.AP, menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggelar Workshop Public Speaking bertajuk “Seni Bicara yang Menggerakkan: Dari Hati Menuju Pengaruh”.
Acara yang berlangsung di Hotel Aeris Banjarbaru, Senin (13/10/2025), ini menjadi bagian dari program peningkatan mutu pendidikan Islam yang selama ini konsisten diperjuangkan oleh H. Sudian Noor di Komisi VIII DPR RI.
Dalam kesempatan itu, H. Sudian Noor hadir sebagai keynote speaker, sementara sesi pelatihan utama dibawakan oleh Rizqi Firmansyah, seorang personal development coach yang dikenal dengan pendekatan inspiratif dan interaktif.

Dalam sambutannya, H. Sudian Noor menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya soal gaya bicara, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dari hati dan membawa pengaruh positif bagi orang lain.
“Public speaking bukan hanya keterampilan komunikasi, tapi juga sarana kepemimpinan. Siapa pun yang bisa berbicara dengan hati, bisa menggerakkan orang lain menuju kebaikan,” ujar H. Sudian Noor.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda di Kalsel perlu membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi sejak dini agar mampu menjadi agen perubahan dan corong nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin.
“Anak muda hari ini harus berani tampil dan menyampaikan gagasan dengan santun dan beradab. Dunia sekarang butuh lebih banyak pemimpin yang mampu berbicara dengan akhlak, bukan hanya dengan logika,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Sudian Noor menilai keterampilan berbicara yang efektif akan membuka banyak peluang di masa depan, baik dalam dunia kerja, pendidikan, maupun dakwah sosial.
“Kalau ingin berpengaruh, mulailah dengan kemampuan menyampaikan pikiran dengan jelas. Suara yang lahir dari hati akan lebih mudah mengetuk hati orang lain,” tutupnya.
Sementara itu, Coach Rizqi Firmansyah mengajak peserta untuk berani tampil, mengenali potensi diri, dan membangun personal branding yang kuat.
“Setiap orang punya cerita dan energi unik. Tugas kita adalah mengemasnya dengan kejujuran dan semangat agar pesan. kita bisa sampai ke hati pendengar,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda Islam yang percaya diri, komunikatif, dan berdaya pengaruh positif di masyarakat. (Daily/md)












Leave a Reply