Kalseldaily.com Tabalong — Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menyuarakan perlunya peningkatan insentif bagi penyuluh pertanian swadaya (PPS) yang selama ini masih tergolong rendah. Saat ini, sebanyak 95 PPS yang tersebar di 12 kecamatan hanya menerima insentif sebesar Rp400 ribu per bulan dari APBD Provinsi Kalsel.
Ketua Perhiptani Tabalong, Munardi, menegaskan bahwa peran PPS sangat besar dalam mendukung pembangunan pertanian di daerah.
“Mereka bekerja langsung mendampingi petani di lapangan tanpa banyak fasilitas. Karena itu, sudah sepatutnya kesejahteraan mereka lebih diperhatikan,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Tabalong, Rahman Effansyah. Ia mengingatkan bahwa pada tahun anggaran 2026, insentif PPS kemungkinan hanya akan dibayarkan selama enam bulan akibat penyesuaian anggaran.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa ikut menambah dukungan melalui APBD kabupaten agar penyuluh swadaya tetap termotivasi menjalankan tugasnya,” katanya.
Persoalan rendahnya insentif ini sebelumnya juga disampaikan langsung oleh para PPS kepada Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, saat kegiatan Rembuk Kelompok Kontak Tani Andalan di Desa Karangan Putih, Kecamatan Kelua. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati berjanji akan melakukan kajian ulang dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) Perhiptani Tabalong yang digelar Kamis (6/11/2025), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabalong, Zainal Arifin, turut menyoroti pentingnya peran penyuluh pertanian.
“Penyuluh adalah ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan dan teknologi pertanian kepada petani. Karena itu, mereka harus mendapat perhatian yang layak,” ujarnya.
Zainal menambahkan, sinergi antara Perhiptani dan pemerintah daerah perlu diperkuat untuk menciptakan pertanian yang lebih modern, inovatif, dan ramah lingkungan. Ia yakin kolaborasi yang solid dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Tabalong.
Dalam Musda tersebut, Munardi kembali terpilih sebagai Ketua Perhiptani Kabupaten Tabalong periode 2025–2030. Ia memperoleh 36 suara, unggul dari pesaingnya, Muhammad Rizani, yang meraih 19 suara. Munardi sebelumnya menjabat Ketua Perhiptani periode 2020–2025 dan kini juga menjabat Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kelua. (Daily/Fin/Antara)















Leave a Reply