Menu

Mode Gelap

Habar Dewan

H. Sudian Noor Dorong Aspek Kehalalan dalam Program Makanan Bergizi Gratis


 H. Sudian Noor Dorong Aspek Kehalalan dalam Program Makanan Bergizi Gratis Perbesar

Kalseldaily.com Banjarbaru – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN, H. Sudian Noor, menekankan pentingnya penerapan aspek kehalalan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan H. Sudian Noor saat menghadiri kegiatan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Banjarbaru. Ia menyebut bahwa meskipun program MBG telah disempurnakan dari program sebelumnya yang dikenal dengan nama Makanan Siang Gratis, namun penerapan prinsip kehalalan dalam penyediaan bahan pangan belum sepenuhnya menjadi perhatian utama.

“Dahulu program ini dikenal dengan nama Makanan Siang Gratis, kemudian disempurnakan menjadi *Makanan Bergizi Gratis. Namun, kita perlu melihat lebih dalam: program ini belum sepenuhnya menekankan aspek kehalalan. Padahal, dalam konsep makanan bergizi gratis, komponen kehalalan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan,” ujar H. Sudian Noor.

Ia menjelaskan bahwa dalam penyediaan menu bergizi, termasuk bahan seperti daging ayam, harus dipastikan sumber dan proses penyembelihannya sesuai dengan syariat Islam.

“Kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak praktik penyembelihan yang tidak sesuai syariat — ada yang hanya mematahkan leher hewan lalu langsung dicelupkan ke air panas, atau memotong tanpa tata cara yang benar menurut Islam. Tentu saja, hal-hal seperti ini tidak dibenarkan,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong agar ke depan seluruh dapur pelaksana program MBG maupun pihak yang menyuplai bahan pangan memiliki Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.

“Saya menginginkan agar ke depan, semua dapur MBG dan pihak yang menyuplai bahan pangan memiliki juru sembelih halal yang bersertifikat, seperti yang sedang mengikuti pelatihan hari ini,” katanya.

Menurut Sudian Noor, keberadaan Juleha bersertifikat sangat penting untuk menjamin kehalalan pangan, sebagaimana kehadiran apoteker di sebuah apotek yang berfungsi sebagai penanggung jawab mutu dan keamanan obat.

“Analoginya sederhana: seperti apotek yang tidak boleh beroperasi tanpa kehadiran seorang apoteker, maka dapur atau rumah makan juga seharusnya tidak boleh berjalan tanpa penanggung jawab halal,” ujarnya.

Ia menambahkan, di sejumlah negara lain, setiap rumah makan memiliki sistem penjaminan halal yang jelas, bahkan sudah menggunakan barcode atau tanda khusus sebagai jaminan kehalalan.

“Idealnya, di masa depan, setiap dapur atau rumah makan di Indonesia juga memiliki sistem seperti itu,” imbuhnya.

H. Sudian Noor menilai, penjaminan kehalalan ini merupakan bagian penting dari program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan dan kandungan gizi, tetapi juga mencakup jaminan halal dan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Program Makanan Bergizi Gratis harus menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pangan yang tidak hanya bergizi dan merata, tetapi juga halal, aman, dan menenteramkan batin masyarakat,” tutupnya.

Langkah ini, lanjutnya, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan, berbasis nilai keagamaan, dan menjunjung tinggi prinsip kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. (Daily/Fin).

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Peringatan Hardiknas 2026, H. Sudian Noor: Momentum Muliakan Guru Ngaji

2 May 2026 - 19:41

Di Tengah Aksi Demo Nasional Ojol, Sudian Noor Serap Aspirasi Ojol di Kalsel

1 May 2026 - 11:24

Uji Kualitas Makanan Haji 2026, Sudian Noor Pastikan Halal, Bergizi, dan Sesuai Selera Jemaah

17 April 2026 - 11:45

Sampah Banjarmasin Jadi Perhatian Khusus Menteri Lingkungan Hidup

17 February 2026 - 13:26

FORPEBAN Kalsel Gelar Aksi, Ketua DPRD Banjarmasin Temui Massa dan Terima Aspirasi Publik

29 January 2026 - 23:28

DPRD Banjarmasin Minta Sinkronisasi Data Terkait Penonaktifan 67 Ribu BPJS Warga

23 January 2026 - 20:29

Trending di Banjarmasin