Menu

Mode Gelap

Banjar

Keluarga Guru Sekumpul Tegaskan Penutupan Kubah Demi Menjaga Adab dan Ajaran


 Keluarga Guru Sekumpul Tegaskan Penutupan Kubah Demi Menjaga Adab dan Ajaran Perbesar

Kalseldaily.com Martapura – Keluarga almarhum KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) menyampaikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat terkait keberadaan banner di kawasan Musala Ar-Raudhah Sekumpul serta alasan mengapa kubah hingga kini masih belum dibuka untuk umum.

Melalui pemberitahuan resmi, keluarga menegaskan bahwa pemasangan banner merupakan hasil kesepakatan internal keluarga, bukan tindakan sepihak dari pihak luar. Mereka memastikan tidak akan membiarkan adanya banner atau bentuk pemberitahuan apa pun yang dipasang tanpa komunikasi dan persetujuan keluarga.

Penutupan kubah, menurut keluarga, bukan keputusan mendadak. Langkah tersebut telah melalui pertimbangan panjang dengan melihat berbagai kondisi yang berkembang di lapangan. Sejak awal, masyarakat juga telah diinformasikan bahwa kubah masih dalam status tertutup dan hingga saat ini belum ada keputusan untuk membukanya kembali. Apabila nantinya terdapat perubahan kebijakan, informasi resmi akan disampaikan secara terbuka.

Keluarga juga menegaskan bahwa sejak awal tidak pernah disediakan maupun diizinkan adanya aktivitas ziarah di luar area kubah. Selain itu, tidak ada pihak mana pun yang diberi kewenangan untuk menyampaikan atau mewakili keputusan keluarga tanpa persetujuan langsung.

Dalam penjelasan tersebut, keluarga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa pemasangan banner hanya berkaitan dengan insiden peletakan bunga dan uang. Menurut mereka, persoalan yang menjadi perhatian jauh lebih luas, terutama terkait menurunnya adab dalam berziarah.

Perilaku yang dinilai tidak sejalan dengan pesan dan teladan Abah Guru Sekumpul, seperti kurangnya sikap hormat, maraknya dokumentasi berlebihan untuk kepentingan media sosial, hingga munculnya konten yang berpotensi menimbulkan fitnah, menjadi salah satu alasan utama diambilnya kebijakan tersebut.

Selain itu, keluarga menyoroti semakin banyaknya pihak yang memanfaatkan nama besar Abah Guru Sekumpul untuk kepentingan pribadi dan duniawi, termasuk aktivitas jual beli, usaha, serta praktik ekonomi di sekitar kawasan kubah dan musala. Kondisi ini dinilai sangat berbeda dengan suasana ketika Abah Guru Sekumpul masih hidup.

Menjelang momen-momen tertentu, seperti bulan Rajab, keluarga juga mencermati adanya aktivitas yang justru memberatkan masyarakat, mulai dari tarif penginapan yang tidak wajar hingga berbagai modus yang mengatasnamakan keberkahan.

Upaya penyampaian dan penataan sebenarnya telah dilakukan secara tertutup dengan pihak-pihak terkait. Namun, karena belum terlihat perubahan yang signifikan, keluarga memandang perlu mempertahankan penutupan kubah sebagai bentuk ikhtiar menjaga marwah, ajaran, dan kemuliaan Abah Guru Sekumpul.

Menanggapi anggapan bahwa pembukaan kubah dapat mencegah musibah, keluarga menegaskan bahwa justru perilaku yang tidak beradab, fitnah, serta kepentingan duniawi di tempat yang seharusnya sakral berpotensi mendatangkan dampak buruk. Abah Guru Sekumpul sendiri, menurut mereka, selalu menekankan pentingnya adab dan ziarah secara sirr atau penuh ketenangan.

Di akhir pernyataan, keluarga yang diwakili oleh H. Muhammad Amin Badali dan H. Ahmad Hafi Badali mengajak para murid, anak angkat, serta seluruh pecinta Abah Guru Sekumpul untuk bersama-sama menjaga pesan dan ajaran beliau, menjaga ketertiban, serta melindungi nama Guru Sekumpul dari fitnah dan kesalahpahaman.

Keluarga juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan, seraya berharap masyarakat dapat memahami keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga warisan nilai Abah Guru Sekumpul. (Daily/Fin).

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Jalan Lintas Tengah Banjar–Tapin, Pemprov Kalsel Anggarkan Rp75 Miliar

27 February 2026 - 16:26

Calon Jemaah Haji di Kabupaten Banjar Pertanyakan Vaksin Berbayar, Dinkes Beri Penjelasan

21 February 2026 - 22:34

Pemkab Banjar Kembali Gelar Musyawarah Penataan Lapak di Kawasan Sekumpul

14 February 2026 - 13:54

Sengketa Lahan 35 Hektare Desa Kiram Bergulir di Polda, SHM 2017 Kini Berubah Jadi Sawit

13 February 2026 - 20:52

Taman CBS Jadi Perhatian Utama Bupati Banjar

10 February 2026 - 18:29

672 Calon Jemaah Haji Kabupaten Banjar Ikuti Manasik Tingkat Kabupaten

9 February 2026 - 22:15

Trending di Banjar