Kalseldaily.com Banjarbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mulai mematangkan rencana pembangunan jalan lingkar atau ring road yang akan menghubungkan wilayah timur Banjarbaru hingga bagian selatan kota. Jalan lingkar ini dirancang memiliki panjang sekitar 43,2 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Adi Maulana, mengatakan bahwa rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap awal perencanaan.
Meski begitu, jalur atau trase awal jalan lingkar sudah disusun dan mulai dikaji lebih dalam dari sisi teknis.
“Trase rencana awalnya memang sudah ada, tetapi untuk kajian teknis, pendetailan DED, serta dokumen-dokumen lingkungan baru akan kami kerjakan tahun ini,” ujarnya.
Adi menjelaskan, pembangunan jalan lingkar ini dipersiapkan sebagai proyek strategis yang mendapat arahan langsung dari Wali Kota Banjarbaru.
Karena itu, seluruh proses kajian dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, termasuk terkait pembebasan lahan dan dampak lingkungan.
“Ini masih di tataran konsep, tapi sudah mulai dimatangkan. Karena ini termasuk proyek strategis dan prestisius, tentu perlu kajian yang komprehensif,” jelasnya.
Pada tahap awal, Dinas PUPR Banjarbaru berencana menggandeng Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), terutama untuk melakukan kajian visibilitas trase jalan.
Sementara itu, penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan dokumen teknis lainnya akan melibatkan pihak ketiga atau konsultan.
Selain kajian teknis, PUPR Banjarbaru juga menyiapkan berbagai dokumen lingkungan, seperti Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Proses ini akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perhubungan.
“Dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perhubungan, jadi ini masih dalam tahap tataran konsep sebenarnya, tapi sudah mulai untuk dimatangkan,” katanya.
Secara umum, trase awal jalan lingkar ini direncanakan dimulai dari kawasan Jalan Sirkuit di sisi timur Banjarbaru.
Dari titik tersebut, jalan akan melingkar hingga keluar di Jalan Ahmad Yani, Bati-Bati, tepatnya di kawasan Pangayuan yang berada dekat perbatasan wilayah.
“Draft awalnya memang sekitar 43,2 kilometer. Tapi ini masih sangat awal, nanti bisa saja ada perubahan trase setelah kajian dilakukan,” terangnya.
Terkait pendanaan, Adi menyebutkan bahwa proyek jalan lingkar ini kemungkinan besar membutuhkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat, mengingat besarnya biaya pembangunan.
“Karena dananya tidak sedikit, sehingga ke depan kemungkinan akan dibawa ke tingkat Kementerian. Untuk perkembangannya, mungkin Ibu Wali Kota yang akan mengawal langsung,” pungkasnya. (Daily/Fin)











Leave a Reply