Kalseldaily.com Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel terus mematangkan kesiapan Puncak Pamaton untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam baru.
Saat ini, akses jalan menuju puncak telah selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sementara itu, sejumlah pekerjaan pendukung masih dalam tahap penyelesaian.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, Jumat (30/1/2026), mengatakan pekerjaan yang masih tersisa meliputi finishing pintu gerbang serta pembangunan pos jaga di kawasan masuk Pamaton.
“Jalan menuju puncak sudah selesai, sekarang tinggal finishing pintu gerbang dan pos jaga. Setelah itu kita akan berkoordinasi dengan pimpinan, terutama Bapak Gubernur, termasuk terkait penamaan resmi destinasi ini,” ujar Fathimatuzzahra.
Ia menjelaskan, peresmian Puncak Pamaton nantinya direncanakan akan dirangkai dengan kegiatan khusus, seperti event olahraga atau aktivitas wisata lainnya. Namun, konsep kegiatan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Gubernur Kalimantan Selatan.
“Yang jelas, Puncak Pamaton ini akan menjadi destinasi baru untuk Kalimantan Selatan dan diharapkan mampu menambah kunjungan wisata,” tambahnya.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Dishut Kalsel juga telah mengusulkan kepada Dinas PUPR agar dibangun fasilitas tambahan berupa pesanggerahan di kawasan puncak. Fasilitas ini dirancang sebagai titik pandang bagi wisatawan untuk menikmati panorama alam secara menyeluruh.
“Di puncaknya itu kita bisa melihat ke segala arah, 360 derajat. Semua sudut pemandangannya sangat indah,” jelas Fathimatuzzahra.
Dari sisi aksesibilitas, jalur menuju Puncak Pamaton dinilai cukup aman. Pengunjung nantinya dapat mencapai lokasi dengan berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, dengan catatan pembangunan pos jaga telah selesai.
Selain panorama alam, kawasan Pamaton juga dipercantik dengan jajaran tanaman hasil program rehabilitasi yang dilakukan oleh PT Adaro. Penanaman tersebut membuat sisi kiri dan kanan jalur menuju puncak terlihat lebih asri dan menambah daya tarik kawasan.
Puncak Pamaton juga memiliki potensi sebagai lokasi camping ground. Namun, penempatannya akan difokuskan di area puncak karena keterbatasan lahan di sekitar kawasan.
Terkait waktu pembukaan, Dishut Kalsel masih menunggu kesiapan pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam serta arahan resmi dari Gubernur Kalimantan Selatan.
Sementara itu, dari sisi pendapatan daerah, Fathimatuzzahra menyebut hingga 25 Januari 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Tahura Sultan Adam telah mencapai Rp1,4 miliar. Untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan PAD di atas Rp12 miliar dan optimistis dapat menembus Rp15 miliar.
“Pada 2025 lalu target kita Rp10 miliar dan realisasinya mencapai Rp12,5 miliar. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik lagi melalui awal tahun yang baik ini,” ujarnya. (Daily/Fin)















Leave a Reply