Menu

Mode Gelap

Kotabaru

Keributan Pekerja China dan Lokal di Perusahaan Tambang Kotabaru Berakhir Damai


 Foto: Kabar Kalimantan Perbesar

Foto: Kabar Kalimantan

Kalseldaily.com Kotabaru – Keributan antara pekerja asing asal China dan pekerja lokal terjadi di salah satu perusahaan tambang batu bara di Kecamatan Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, dan videonya sempat viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pekerja terlibat perkelahian di area perusahaan. Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung. Menurutnya, setelah menerima informasi adanya keributan, Polres Kotabaru langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pihak perusahaan.

“Sudah kami mediasi dan sudah damai,” ujar Doli.

Ia memastikan saat ini situasi di lingkungan perusahaan telah kondusif. Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, para pekerja yang terlibat juga dibuatkan surat pernyataan kesepakatan damai.

“Dibuatkan surat kesepakatan damai agar permasalahan benar-benar selesai dan tidak menimbulkan spekulasi dan isu yang melebar,” jelasnya.

Sementara itu, Sambas yang mewakili pihak perusahaan menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyebut perselisihan diduga bermula dari penyampaian atau teguran pekerja asing kepada pekerja lokal yang dinilai kurang tepat dan memicu kesalahpahaman.

“Dengan adanya kejadian tersebut, pihak HRD memanggil perwakilan vendor atau subkon untuk menyampaikan agar permasalahan ini diselesaikan secara internal perusahaan,” ujar Sambas.

Menurutnya, perbedaan kultur dan budaya kerja antara pekerja asing dan lokal memungkinkan terjadinya gesekan. Namun, ia menilai anggapan bahwa pekerja asing bersikap arogan merupakan penilaian yang berlebihan.

“Memang ada perbedaan kebudayaan, kultur, serta cara bersikap antara karyawan asing dan lokal yang menyebabkan kesalahpahaman,” katanya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kapolsek Kelumpang Barat, Iptu Hendrie Ade, meminta pihak perusahaan meningkatkan sosialisasi kepada para pekerja, khususnya tenaga kerja asing.

“Kami mengharapkan perusahaan memberikan sosialisasi atau imbauan kepada para tenaga kerja asing tentang kultur dan cara bersikap yang sesuai dengan masyarakat lokal, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Hendrie. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Dispersip Kalsel Dorong Profesionalisme Pustakawan Lewat Sertifikasi di Era Digital

16 April 2026 - 16:06

Habib Aboe Bakar Alhabsyi Menangis Minta Maaf ke Ulama Madura Usai Pernyataan Soal Narkoba

15 April 2026 - 13:10

Langgar AMDAL, 18 Perusahaan Tambang di Kalsel Terancam Dicabut Izinnya

15 April 2026 - 13:02

Pererat Sinergi Kalsel–Kalteng, Gubernur Muhidin Hadiri Ramah Tamah Bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai

15 April 2026 - 11:02

Ellyana Trisya Tekankan Pentingnya Public Speaking bagi Generasi Muda

13 April 2026 - 12:33

Halal Bihalal Alumni FISIP ULM Meriah, Wagub Hasnuryadi Turut Hadir

11 April 2026 - 22:32

Trending di Pemprov Kalsel