Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Tak Hanya Tekanan Darah, Stres Keuangan Juga Picu Penuaan Jantung


 Tak Hanya Tekanan Darah, Stres Keuangan Juga Picu Penuaan Jantung Perbesar

Kalseldaily.com Banjarbaru – Stres memikirkan uang, tagihan, dan kebutuhan pokok tidak hanya mengganggu kesehatan mental, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan jantung. Studi terbaru menunjukkan tekanan finansial dapat mempercepat penuaan jantung, dengan dampak yang sebanding, bahkan bisa lebih besar, dibanding faktor risiko medis klasik.

Mengutip laporan CNN, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings menganalisis data lebih dari 280.000 orang dewasa. Peneliti menilai “usia kardiovaskular”, yakni kondisi biologis jantung dan pembuluh darah dibandingkan usia kronologis seseorang.

Hasilnya, individu dengan stres finansial dan ketidakamanan pangan tinggi cenderung memiliki jantung yang menua lebih cepat. Temuan ini tetap konsisten meski telah memperhitungkan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, menjelaskan penuaan jantung mencakup pembuluh darah yang makin kaku serta penurunan fungsi otot jantung. Menurutnya, stres kronis memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin secara terus-menerus yang dalam jangka panjang mempercepat kerusakan sistem kardiovaskular.

Wen menekankan stres finansial bersifat kronis dan sulit dihindari karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup. Kondisi ini dapat mengganggu tidur, membatasi akses makanan sehat, dan mengurangi aktivitas fisik, yang semuanya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menariknya, dampak stres finansial terhadap penuaan jantung dinilai setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih kuat, dibanding faktor risiko klinis seperti tekanan darah tinggi. Karena itu, para ahli mendorong tenaga medis untuk mempertimbangkan tekanan ekonomi sebagai bagian dari penilaian risiko kesehatan pasien.

Studi ini menegaskan bahwa kesehatan jantung tidak hanya dipengaruhi faktor medis, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi, sehingga pendekatan kesehatan perlu lebih menyeluruh dan realistis. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

1.075 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Telah Kembali, Tujuh Jemaah Wafat di Tanah Suci

8 June 2026 - 09:58

drg. Ellyana Hasnuryadi Lantik Pengurus Cabang Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Kotabaru

2 June 2026 - 14:33

Pemkab HST pastikan ketersediaan hewan kurban 1.386 ekor jelang Idul Adha

23 May 2026 - 08:27

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global, Indonesia Diminta Perketat Pengawasan

19 May 2026 - 09:01

Banjarbaru Raih Penghargaan Nasional Berkat Program Penanganan Kemiskinan dan Stunting

6 May 2026 - 11:21

Meski Angkanya Turun, 144 Ribu Keluarga Masih Berisiko Stunting

27 April 2026 - 21:31

Trending di Kesehatan