Kalseldaily.com Banjarbaru – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Kota Banjarbaru. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah panik menyikapi berbagai informasi yang beredar.
Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, dr Juhai Triyanti Agustina, menjelaskan bahwa Virus Nipah dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi hewan pembawa virus, khususnya kelelawar.
“Penularan bisa terjadi dari bahan makanan seperti nira atau buah yang telah tercemar. Misalnya buah yang tergigit kelelawar,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, risiko penularan akan meningkat apabila makanan atau minuman yang terkontaminasi tersebut dikonsumsi tanpa melalui proses pengolahan yang higienis. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang berasal dari alam terbuka.
Selain melalui makanan, penularan Virus Nipah juga berpotensi terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ternak tertentu, seperti babi dan kuda, yang dapat terinfeksi virus tersebut. Jika kontak dengan hewan tidak dapat dihindari, masyarakat disarankan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Menurut dr Juhai, tidak semua orang yang terpapar Virus Nipah akan langsung jatuh sakit. Hal tersebut sangat bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi nira atau air aren secara langsung dari pohon.
“Sadapan nira sebaiknya dimasak terlebih dahulu karena berpotensi terkontaminasi kelelawar pada malam hari,” jelasnya. (Daily/Fin)















Leave a Reply