Kalseldaily.com Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan mulai merealisasikan penguatan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di daerah.
Setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dialokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk mendukung operasional penyelenggaraan pendidikan nonformal bagi masyarakat yang tidak menyelesaikan pendidikan formal. Program ini menjadi bagian dari realisasi janji Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin–Hasnuryadi Sulaiman, di sektor pendidikan.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa penguatan pendidikan kesetaraan menjadi satu dari tiga prioritas utama pembangunan pendidikan daerah, selain pembangunan pesantren modern dan peningkatan kualitas pendidikan secara umum.
“Anggaran Rp500 juta per kabupaten/kota disiapkan untuk mendukung operasional Paket A, B, dan C bagi masyarakat yang tidak menyelesaikan pendidikan formal. Kami sudah memiliki data anak-anak yang putus sekolah,” ujarnya baru-baru ini.
Ia menegaskan, penyaluran dana akan dilakukan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan penggunaan yang harus tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak yang telah masuk dalam basis data pemerintah provinsi.
Menurut Galuh, meski data sasaran telah dihimpun di tingkat provinsi, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi aktif dengan dinas pendidikan kabupaten/kota agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan merata.
Secara mekanisme, program ini mencakup penyaluran anggaran ke seluruh daerah, penggunaan data spesifik anak putus sekolah sebagai dasar penetapan sasaran, serta penargetan penurunan angka putus sekolah dan peningkatan angka partisipasi sekolah.
Capaian program akan diukur melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan periode 2026–2027 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Disdikbud Kalsel menargetkan penguatan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C mampu meningkatkan rata-rata lama sekolah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan secara berkelanjutan. (Daily/Fin)











Leave a Reply