Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Kebiasaan Doomscrolling Disebut Picu Risiko Penyakit Jantung


 Kebiasaan Doomscrolling Disebut Picu Risiko Penyakit Jantung Perbesar

Kalseldaily.com – Menggenggam ponsel dan menggulir media sosial secara terus-menerus atau dikenal dengan istilah doomscrolling kerap dianggap sebagai cara santai untuk melepas penat. Namun, kebiasaan ini ternyata berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jantung, terutama jika dilakukan sesaat setelah bangun tidur atau menjelang tidur malam.

Ahli bedah toraks di Southern California Surgical, Alexandra Kharazi, mengatakan bahwa langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur dapat memicu kecemasan dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Kondisi tersebut membuat seseorang menjadi lebih reaktif dan menunda aktivitas fisik yang seharusnya dilakukan di pagi hari.

Menurutnya, kebiasaan itu juga dapat menggerus waktu untuk rutinitas yang lebih bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan mental.

Pandangan serupa disampaikan ahli jantung asal Miami, Leonard Pianko. Ia menjelaskan bahwa aktivitas scrolling media sosial bisa memicu respons stres fight or flight yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah. Tekanan darah tinggi, lanjutnya, membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Sementara itu, ahli kardiologi intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center, Cheng-Han Chen, menyoroti dampak penggunaan layar berlebihan terhadap gaya hidup kurang gerak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, obesitas, hingga gangguan tidur.

Ia menambahkan, kebiasaan doomscrolling sebelum tidur dapat memperburuk kualitas istirahat. Kurang tidur sendiri telah lama diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung.

Menurut dr. Kharazi, bahaya terbesar dari doomscrolling adalah terbentuknya pola hidup tidak sehat dalam jangka panjang. Aktivitas ini membuat seseorang cenderung malas bergerak, makan sambil menatap layar, hingga terpapar informasi keliru seputar kesehatan dari sumber yang tidak kredibel. Stres ringan yang berlangsung terus-menerus juga berpotensi merusak pembuluh darah secara perlahan.

Untuk mengurangi dampaknya, para ahli menyarankan sejumlah langkah sederhana. Di antaranya menyadari bahwa scrolling berlebihan berisiko bagi jantung, tidak membawa ponsel ke tempat tidur, mengganti waktu scrolling dengan aktivitas fisik ringan, menetapkan batas waktu penggunaan ponsel, serta menjauhkan gawai saat makan.

Ahli jantung dari Burnett School of Medicine, Paul Bhella, menegaskan bahwa meski riset terkait doomscrolling masih berkembang, kebiasaan ini telah dikaitkan dengan kecemasan, depresi, insomnia, dan stres psikologis yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Silaturahmi Sekaligus Edukasi Kesehatan Lansia

11 April 2026 - 22:39

Klinik di Banjarbaru Edarkan Obat Tanpa Izin, Satu Tersangka Diamankan

9 April 2026 - 13:43

Puluhan Siswa  Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG

8 April 2026 - 20:25

Antusias Warga Banjarmasin Donor Darah Meningkat di CFD Sabilal Muhtadin

5 April 2026 - 23:08

Batola Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Kalsel 2026, Keterbatasan Penginapan Tak Jadi Kendala

4 April 2026 - 20:16

WFH ASN di Pemprov Kalsel Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final

2 April 2026 - 23:21

Trending di Hukum