Menu

Mode Gelap

Banjarbaru

Asap Tambang Batubara di Satui Menjadi Perhatian Pemprov Kalsel


 Foto: Info Satui Perbesar

Foto: Info Satui

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan peristiwa kebakaran batubara yang terjadi di KM 171 Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil menyusul munculnya kepulan asap tebal dari lokasi tambang yang meresahkan warga dan diduga kuat berasal dari aktivitas penambangan tanpa izin (Peti).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Kalimantan Selatan, Nasrullah, menjelaskan bahwa lokasi terbakarnya batubara berada di dalam wilayah konsesi PKP2B PT Arutmin Indonesia, namun ditambang secara ilegal oleh pihak lain.

Meski demikian, Nasrullah menegaskan bahwa kewenangan penanganan komoditas batubara sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

“Komoditas batubara menjadi kewenangan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Karena itu, Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan tidak memiliki kewenangan langsung dalam penanganannya,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (24/2/2026).

Walaupun tidak memiliki kewenangan teknis, Pemprov Kalsel tetap mengambil langkah koordinatif. Dinas ESDM Kalsel telah menyampaikan surat resmi kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba Kementerian ESDM) terkait informasi kebakaran tersebut.

Surat serupa juga disampaikan kepada Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba sebagai upaya percepatan penanganan di lapangan, terutama untuk mengatasi dampak asap hitam yang terus keluar dari dalam galian tambang.

“Khususnya untuk mengatasi dampak asap hitam yang terus keluar dari dalam galian tambang. Kami berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah sesuai kewenangannya,” tegas Nasrullah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjaga keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak lingkungan akibat peristiwa tersebut.

Diketahui, kepulan asap tebal dari galian tambang batubara di KM 171 Satui Barat telah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan asap hitam pekat bercampur putih keluar dari lubang tambang dengan kedalaman puluhan meter dan berada tidak jauh dari badan jalan.

Meski menyerupai kebakaran, dalam video tersebut tidak terlihat kobaran api maupun aktivitas pemadaman di lokasi. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, terutama terkait potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap serta risiko terjadinya ledakan atau kebakaran yang lebih besar. Sejumlah warga juga mengaku mencium bau tak sedap saat melintas di kawasan tersebut. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Peringatan Dini Tsunami NTT Dinyatakan Berakhir

15 August 2026 - 11:00

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Orang Meninggal Dunia dan Peringatan Tsunami Dikeluarkan

15 August 2026 - 10:49

Penuh Khidmat, Puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan 

13 August 2026 - 17:55

Dispersip Tanah Bumbu Perluas Fungsi Perpustakaan Lewat Workshop Desain

12 August 2026 - 21:39

Gubernur H. Muhidin Bersama Jajaran Forkopimda Turun Langsung Padamkan Api  di  Pengayuan Banjarbaru

11 August 2026 - 21:13

Kukuhkan Relawan PAN Tanah Bumbu – Kotabaru, H. Sudian Noor Tegaskan Relawan Bukan Orang yang Minta Dilayani, Tapi Siap Melayani

10 August 2026 - 18:17

Trending di Habar Dewan