Kalseldaily.com Berolahraga saat menjalankan ibadah puasa tidak perlu dilakukan dalam durasi yang terlalu lama. Yang terpenting, durasi latihan disesuaikan dengan intensitas dan kondisi tubuh masing-masing individu.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengatakan bahwa latihan selama 30 menit sudah cukup untuk menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan, asalkan dilakukan dengan intensitas yang tepat.
“Olahraga 30 menit sudah cukup jika dilakukan dengan intensitas sedang,” ujar dr. Risky.
Ia menjelaskan, intensitas sedang dapat diukur menggunakan metode talk test. Dalam metode ini, seseorang masih mampu berbicara dalam satu kalimat panjang tanpa terengah-engah, tetapi tidak sanggup bernyanyi.
Jika masih bisa bernyanyi, berarti intensitas terlalu ringan. Sebaliknya, jika sulit berbicara, maka intensitas terlalu berat.
Menurutnya, selama berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan cairan selama berjam-jam. Karena itu, latihan fisik tidak perlu dilakukan dalam waktu lama. Durasi 30 menit dengan intensitas stabil sudah cukup untuk membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, serta metabolisme tubuh.
Pendekatan ini dinilai lebih aman, terutama jika olahraga dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Dengan pengaturan durasi dan intensitas yang tepat, kebugaran tetap terjaga tanpa meningkatkan risiko dehidrasi maupun kelelahan berlebihan. (Daily/Fin)















Leave a Reply