Kalseldaily.com Banjar – Pengurasan saluran primer irigasi Riam Kanan yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang berpotensi berdampak pada usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banjar. Pembudidaya yang memanfaatkan air irigasi diminta bersiap menghadapi kemungkinan kekeringan.
Pengeringan ini merupakan bagian dari kegiatan pembersihan saluran irigasi yang dilakukan secara berkala. Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Apriyan Mindar Waspodo, mengatakan kegiatan tersebut dapat memengaruhi usaha budidaya ikan warga.
“Kegiatan pembersihan saluran irigasi ini tentu ada potensi dampak terhadap usaha budidaya ikan warga,” ujarnya, Senin (9/3).
Berdasarkan data DKPP Banjar, sedikitnya 1.097 pembudidaya memanfaatkan air dari jaringan irigasi yang bersumber dari Waduk Riam Kanan untuk budidaya ikan air tawar. Karena itu, pembudidaya diimbau menyesuaikan aktivitas budidaya dengan jadwal pengeringan.
Salah satu langkah yang disarankan adalah menjadwalkan panen lebih awal bagi ikan yang sudah layak jual agar tidak terdampak saat aliran air dihentikan sementara.
Selain itu, pembudidaya juga diminta menyiapkan sumber air alternatif atau penampungan air di sekitar kolam. Hal ini penting terutama bagi jenis ikan seperti nila dan bawal yang membutuhkan suplai air stabil, sementara ikan patin dinilai lebih tahan tanpa aliran air terus-menerus.
DKPP Banjar juga mengimbau pembudidaya mengatur kepadatan tebar ikan, melakukan panen parsial, serta memantau kualitas air kolam secara berkala untuk meminimalkan potensi kerugian.
Saat ini tercatat sekitar 6.710 kolam budidaya perikanan bergantung pada aliran air irigasi Riam Kanan dengan luas total mencapai sekitar 342,23 hektare. (daily/Fin)
SC: RB










Leave a Reply