Kalseldaily.com Banjarbaru – Ancaman musim kemarau panjang pada 2026 mulai diantisipasi serius di Kalimantan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil seiring adanya prediksi cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Niño yang diperkirakan cukup kuat serta kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperpanjang musim kemarau.
Melalui surat edaran tertanggal 16 Maret 2026, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu hingga situasi memburuk.
“Kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan melalui pemantauan kondisi wilayah, penilaian awal, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan peralatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah antisipatif apabila indikator kerawanan mulai muncul. Salah satunya dengan melakukan mitigasi serta mempertimbangkan penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Ronny, ketika status siaga maupun tanggap darurat telah ditetapkan, upaya penanganan harus dilakukan secara terkoordinasi agar penanggulangan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
“Pelaksanaan penanggulangan bencana harus dilakukan secara terkoordinasi sesuai ketentuan, serta tetap berkoordinasi dengan BPBD provinsi,” katanya.
Selain langkah mitigasi, pelaporan kondisi wilayah juga diminta dilakukan secara rutin. Hal ini penting untuk memantau perkembangan potensi karhutla di setiap daerah.
“Pelaporan berkala terkait perkembangan kondisi wilayah dan potensi kejadian karhutla perlu terus dilakukan,” tegasnya.
Kombinasi fenomena El Niño dan IOD positif diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama dan kering. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan lahan, terutama lahan gambut, terhadap kebakaran.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga mulai dipersiapkan dari tingkat pusat. Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, menyebutkan bahwa Kalimantan Selatan termasuk daerah yang menjadi prioritas bantuan program Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Beberapa waktu lalu sudah ada rapat awal dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kalsel masuk dalam prioritas bantuan OMC dari pusat, namun jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan lebih lanjut,” ujarnya.
Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu strategi untuk mengantisipasi kekeringan berkepanjangan dengan memicu hujan buatan di wilayah yang berpotensi mengalami defisit air. Upaya ini dinilai cukup efektif dalam membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun terakhir. (Daily/Fin)















Leave a Reply