Kalseldaily.com HSS – Ancaman Tuberkulosis (TBC) masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Secara global, Indonesia bahkan menempati posisi kedua dengan jumlah kasus TBC tertinggi setelah India.
Meski sebagian besar kasus ditemukan di Pulau Jawa, pemerintah daerah tetap meningkatkan upaya pencegahan dan deteksi dini, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Kepala Bidang P2KL Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Daru Priyanto, mengatakan target penemuan kasus terus ditingkatkan setiap tahun sesuai arahan pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat menambah target penemuan tiap tahun dengan harapan ditemukan sebanyak-banyaknya. Tahun 2025 kita periksa lebih dari 5.000 orang, yang positif sekitar 564 orang,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Setiap warga yang menunjukkan gejala TBC akan segera menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Pemeriksaan dilakukan tanpa henti dari Januari sampai Desember. Apabila ditemukan gejala-gejala TBC, maka akan segera kami periksa,” tambahnya.
Selain deteksi dini, pemerintah juga memberikan layanan pengobatan gratis bagi penderita TBC. Upaya edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan serta cara penularan penyakit ini juga terus digencarkan.
“Dari program pemeriksaan ini, kami memberikan pengobatan gratis terhadap pengidap TBC juga memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelas Daru. (Daily/Fin)















Leave a Reply