Banjarmasin, KalselDaily.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor, melakukan kunjungan silaturahmi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III di Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin, Jumat (17/04/2026) siang.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam menyerap dan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan air bersih dan ketersediaan air untuk lahan pertanian di Kalimantan Selatan.
Dalam pertemuan itu, Sudian Noor menegaskan bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi persoalan krusial di sejumlah wilayah. Ia menyampaikan berbagai keluhan masyarakat, mulai dari keterbatasan jaringan distribusi hingga kualitas air yang belum memadai.

“Aspirasi masyarakat ini harus menjadi perhatian serius. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital, dan negara harus hadir memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengaksesnya dengan layak,” ujar Sudian Noor.
Ia juga menyoroti bahwa persoalan air sangat berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani.
Menurutnya, banyak petani di Kalimantan Selatan yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk akses air untuk pertanian.
“Kebutuhan air bagi petani sangat penting, apalagi sebagian dari mereka masih masuk dalam kategori masyarakat rentan. Ketersediaan air yang cukup akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sudian Noor mengaitkan pentingnya penyediaan air bersih dengan upaya mendorong sektor pertanian dan mendukung program nasional.
“Air bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian. Jika kebutuhan air terpenuhi, maka produktivitas petani meningkat, dan ini tentu berkontribusi langsung terhadap program swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi, S.T., M.T., menyambut baik aspirasi yang disampaikan dan menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penyediaan air bersih serta penguatan sektor pertanian di Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan bahwa BWS Kalimantan III memiliki sejumlah program strategis, salah satunya melalui Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air tanah guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung irigasi pertanian.
“Melalui program JIAT, kami berupaya memastikan distribusi air dapat menjangkau wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses. Program ini juga diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas lahan,” ujar Dedi.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan persoalan air bersih dapat teratasi secara bertahap, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Selain itu, program ini juga dapat membantu bagi pondok pesantren dalam pemenuhan kebutuhan terhadap air bersih.
BWS Kalimantan III juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan infrastruktur dan layanan sumber daya air melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI dan pemerintah daerah.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (Daily)
















Leave a Reply