Washington, KalselDaily.com – Kondisi kerawanan pangan di Amerika Serikat dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Bank Sentral Amerika Serikat wilayah New York atau Federal Reserve New York (The Fed New York) mengungkapkan jumlah rumah tangga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan kini melampaui tingkat yang terjadi saat puncak pandemi Covid-19.
Temuan tersebut disampaikan dalam laporan terbaru berdasarkan survei terhadap sekitar 1.200 kepala rumah tangga yang dilakukan pada Februari 2026.
Dalam survei itu, responden diminta menjawab empat indikator tekanan keuangan, yakni penggunaan tabungan darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kesulitan memperoleh makanan yang cukup, adanya anak yang terpaksa melewatkan waktu makan, serta ketergantungan pada bantuan makanan atau program pemerintah.
Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai indikator tersebut, terutama terkait pemenuhan kebutuhan pangan.
“Terjadi peningkatan signifikan dalam persentase rumah tangga yang melaporkan mengalami berbagai bentuk tekanan finansial,” tulis The Fed New York dalam laporannya.
Lembaga tersebut mencatat bahwa lonjakan kerawanan pangan paling banyak terjadi pada rumah tangga berpendapatan rendah, keluarga dengan tingkat pendidikan rendah, serta keluarga yang memiliki anak kecil.
Data survei menunjukkan sekitar 10 persen rumah tangga di Amerika Serikat mengaku tidak memiliki makanan yang cukup atau mengalami situasi di mana anak-anak mereka harus melewatkan waktu makan. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan Juni 2020 yang berada di level 4 persen saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.
Padahal pada periode tersebut, ekonomi Amerika sedang mengalami tekanan besar akibat kebijakan penutupan wilayah. Saat itu, jumlah penerima tunjangan pengangguran bahkan sempat menembus lebih dari 33 juta orang.
Selain persoalan pangan, lebih dari sepertiga responden mengaku terpaksa menggunakan tabungan mereka untuk bertahan hidup. Persentase ini meningkat dari 21,8 persen pada Juni 2020.
Sementara itu, jumlah rumah tangga yang mengandalkan bantuan makanan juga mengalami kenaikan. Lebih dari 15 persen responden mengaku menerima bantuan pangan atau program pemerintah, naik dari 10,6 persen pada awal pandemi.
The Fed New York menilai kondisi tersebut mencerminkan tingginya tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat meskipun berbagai indikator ekonomi nasional menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil.
Laporan itu juga menyoroti memburuknya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keuangan mereka. Sentimen konsumen disebut turun mendekati bahkan berada di bawah level terendah yang pernah terjadi saat Resesi Besar maupun pandemi Covid-19.
“Meskipun banyak rumah tangga berada dalam kondisi baik dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan terus tumbuh dengan solid, sebagian besar penduduk masih menghadapi tingkat ketidakamanan ekonomi dan tekanan keuangan yang tinggi,” tulis The Fed New York.
Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi yang tercermin dalam data makro belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan harga kebutuhan pokok, semakin banyak keluarga Amerika yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. (Daily/md).















Leave a Reply