Banjarbaru, KalselDaily.com – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan berencana mengubah pemanfaatan aset Hotel Batung Batulis di Banjarbaru.w. Hotel yang kondisinya dinilai sudah tidak ideal untuk terus beroperasi tersebut akan dihentikan sementara dan dikembangkan menjadi kawasan usaha dengan konsep yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Direktur Utama PT Bangun Banua, H. Afrizaldi, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan tingginya biaya operasional hotel serta kebutuhan investasi besar untuk melakukan rehabilitasi bangunan secara menyeluruh.

Rencana itu disampaikan Afrizaldi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kalimantan Selatan. Ia menyebut, lahan yang ada akan tetap dimanfaatkan secara optimal melalui pengembangan fasilitas usaha baru.
Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah kawasan olahraga yang dilengkapi lapangan padel dan terintegrasi dengan fasilitas kafe.
“Kami akan memaksimalkan lahan yang ada. Konsepnya dikembangkan menjadi fasilitas olahraga seperti lapangan padel yang terintegrasi dengan kawasan kafe,” jelasnya.
Menurut Afrizaldi, pengalihan fungsi aset menjadi kawasan usaha dinilai lebih memungkinkan dibandingkan mempertahankan hotel dalam kondisi saat ini. Sebab, jika kembali dioperasikan sebagai hotel, dibutuhkan investasi besar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bangunan.
Sementara itu, pengembangan kawasan olahraga dan kafe diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar. Investasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil sekaligus meningkatkan produktivitas aset milik daerah.
Meski demikian, peluang untuk kembali menghadirkan fasilitas penginapan tetap terbuka. Jika nantinya dikembangkan kembali, konsep hotel akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan efisiensi operasional, termasuk kemungkinan mengurangi jumlah kamar.
Transformasi Hotel Batung Batulis ini menjadi bagian dari langkah PT Bangun Banua dalam mengoptimalkan aset daerah. Melalui pemanfaatan dengan konsep usaha yang lebih produktif, aset tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kalimantan Selatan. (Daily)















Leave a Reply