Kalseldaily.com – Sebanyak 200 guru mengaji mengikuti pelatihan Safety Riding dan Kepemimpinan yang digelar di Polres Banjarbaru, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini terlaksana berkat dukungan Polres Banjarbaru dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat jiwa kepemimpinan para guru mengaji sebagai teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Tokoh masyarakat, *H. Sudian Noor*, mengatakan masih banyak masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu, yang belum disiplin dalam berlalu lintas. Menurutnya, kebiasaan menggunakan telepon genggam saat berkendara hingga tidak mematuhi aturan berkendara masih sering ditemukan.

“Terutama ibu-ibu masih banyak yang menggunakan HP di jalan atau sambil menelepon. Itu tidak boleh karena sangat membahayakan. Ada juga yang menyalakan lampu sein ke kiri, tetapi justru belok ke kanan. Selain itu, masih banyak yang parkir sembarangan. Hal-hal seperti ini harus diperbaiki demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sudian Noor menegaskan bahwa keselamatan merupakan hal yang sangat penting sehingga para peserta diharapkan benar-benar menyerap materi yang diberikan oleh para instruktur dari Polres Banjarbaru.
“Ilmu safety riding yang bapak dan ibu pelajari hari ini jangan berhenti di sini. Insyaallah ilmu ini bisa ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar agar semakin banyak yang memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Selain materi keselamatan berkendara, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang kepemimpinan. Menurut Sudian Noor, setiap orang memiliki peran sebagai pemimpin, setidaknya di lingkungan keluarga.
“Kenapa ada materi kepemimpinan? Karena di rumah pun kita adalah pemimpin. Berikan contoh yang baik kepada anak-anak dan keluarga. Keteladanan itu dimulai dari diri sendiri, baik dalam berlalu lintas maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap tertib administrasi berkendara, seluruh peserta dalam kegiatan ini juga memperoleh *Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis* setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini diharapkan para guru mengaji tidak hanya menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mengajak masyarakat untuk lebih disiplin, tertib, dan mengutamakan keselamatan di jalan raya. Dengan bekal ilmu kepemimpinan, para peserta juga diharapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.















Leave a Reply