Jakarta, KalselDaily.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah akan kembali melakukan penghematan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp 67 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026). Dana Rp 67 triliun merupakan dana cadangan di Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).
Menurut Purbaya, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 75 triliun atau 22,4% dari total keseluruhan kebutuhan anggaran. Adapun, sesuai dengan arahan Presiden, efisiensi MBG telah dilakukan dan sementara ini mencapai Rp 268 triliun. Anggaran ini dipangkas dari semula Rp 335 triliun yang semua ditetapkan tahun ini.
Ditanya mengenai hal ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pemangkasan ini akan berdampak pada bagian pengadaan kantor pusat.
“Pemangkasan untuk pengadaan yang tidak berkait dengan jumlah penerima manfaat,” kata Nanik kepada detikcom, Minggu (24/5/2026).
“Selain pengadaan, yang dikurangi adalah perjalanan dinas, acara-acara di hotel. Pokoknya operasional hanya tinggal gaji karyawan saja,” sambungnya.
“Selain pengadaan, yang dikurangi adalah perjalanan dinas, acara-acara di hotel. Pokoknya operasional hanya tinggal gaji karyawan saja,” sambungnya.
Baca juga:
BGN Angkat Bicara usai Ramai Susu Formula Disebut Jadi Menu MBG
Nanik menambahkan bahwa penyesuaian ini telah dilakukan oleh BGN saat ini. Dirinya menegaskan tidak ada lagi pengadaan-pengadaan untuk kantor pusat.
“Yang berkurang operasional di kantor pusat dan pengadaan-pengadaan,” tegasnya.
Meskipun anggaran dipotong oleh Kemenkeu, Nanik mengatakan bahwa ini tidak akan mengganggu operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak ada perubahan anggaran terkait biaya untuk bahan baku, hingga manfaat lain yang diterima oleh SPPG terkait operasional mereka, seperti bahan baku makanan hingga gaji. (Daily/md)
SC : Detik
















Leave a Reply