Kalseldaily.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mantapkan persiapan Pasar Wadai Ramadhan 1446 H dengan tema “Halal Fair Lifestyle: Gaya Hidup Kekinian”.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, memimpin rapat koordinasi di ruang rapat Sekdaprov Kalsel Lantai 3, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru pada Jumat (14/2) sore.
Rapat ini dihadiri oleh Bank Kalsel, Bank Indonesia (BI), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, serta sejumlah jajaran terkait lainnya.
“Alhamdulillah, sudah ada titik terang dalam persiapan kita untuk Pasar Ramadhan. Kegiatan ini sekaligus akan menjadi bagian dari pembukaan opening ceremony Halal Fair secara nasional,” ujar Syarifuddin saat ditemui usai rapat.
Tema yang diusung tahun ini dirancang untuk menciptakan suasana yang ramah lingkungan, ramah kegiatan, serta ramah dalam pelaksanaan.
“Dengan tema ini, kita ingin memberikan pengalaman yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan gaya hidup masa kini dan sesuai prinsip keberlanjutan,” tambah Syarifuddin.
Hingga Jumat sore, total jumlah stand yang telah terkonfirmasi mencapai 290 unit, terdiri dari 130 stand yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, 80 stand dari Bank Kalsel sebagai sponsor utama, dan 80 stand lainnya yang berasal dari Pemerintah Kota Banjarmasin, dan diperkirakan akan terus bertambah.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin pada rapat yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Lama, Banjarmasin, pada Kamis (2/13) siang, menyatakan bahwa stand yang disedikan gratis tidak dipungut biaya sama sekali.
“Untuk stand berjualan ini gratis dan tidak boleh dipungut biaya. Kemudian untuk yang sudah mendapatkan hak berjualan di stand, tidak boleh dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Apabila ketahuan, maka akan kami tindak dan akan kami cabut haknya untuk menggunakan stand,” tegas H. Muhidin.
Sementara itu di tempat lain, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, menyampaikan bahwa rangkaian Pasar Ramadhan 1446 H juga akan menghadirkan pasar murah dibeberapa titik strategis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama bulan suci.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa menjalani bulan Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir akan kenaikan harga bahan pokok. Oleh karena itu, pasar murah ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk memberikan solusi yang nyata,” jelas Sulkan.
Pemprov Kalsel akan bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk memastikan keberhasilan program tersebut.
“Kami juga akan melibatkan mitra-mitra strategis, seperti distributor bahan pokok dan pihak swasta, agar barang yang dijual tidak hanya terjangkau tetapi juga berkualitas. Semua ini dilakukan demi memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kalsel,” tutupnya.
Selain itu, pasar murah ini juga akan diintegrasikan dengan kegiatan Pasar Ramadhan lainnya, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana Ramadhan yang tidak hanya penuh berkah tetapi juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.















Leave a Reply