Menu

Mode Gelap

Banjar

Update! Hingga Tengah Malam, Korban Keracunan MBG di Martapura Jadi 87 orang


 Update! Hingga Tengah Malam, Korban Keracunan MBG di Martapura Jadi 87 orang Perbesar

Kalseldaily.com Martapura — Suasana di RSUD Ratu Zalecha, Martapura, Kamis (9/10/2025) malam, berubah menjadi sibuk dan tegang. Sejumlah ambulans datang silih berganti membawa pelajar yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah wilayah Martapura.

Hingga pukul 23.40 Wita, petugas rumah sakit mencatat 87 orang telah mendapat perawatan intensif. Sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar dan madrasah yang mengalami mual, muntah, serta nyeri perut hebat beberapa jam setelah makan siang.

“Sebagian dirawat di bawah ruang IGD dan sebagian lagi di lantai dua. Petugas kami masih terus menerima pasien sampai hampir tengah malam,” ujar salah satu petugas keamanan RSUD Ratu Zalecha.

Kondisi ini membuat tenaga medis harus bekerja ekstra. Bahkan, aparat dari Kodim 1006/Banjar turut membantu proses pengawasan di rumah sakit. Komandan Kodim, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, menegaskan seluruh unsur siaga mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan korban.

“Waktu 12 jam pertama menjadi masa rawan. Kami terus pantau karena gejala bisa muncul tidak bersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli memastikan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan menyita dan meneliti sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

“Tim sudah mengamankan sampel dari dapur penyedia di Tungkaran. Saat ini sedang diuji di laboratorium kesehatan untuk mengetahui sumber kontaminasi,” katanya.

Dari data sementara, korban berasal dari beberapa sekolah di Martapura, termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assalam dan SMA Islam Terpadu Assalam. Bahkan, kepala sekolah salah satu lembaga pendidikan itu juga dilaporkan turut mengalami gejala dan sempat dirawat di rumah sakit.

Salah satu siswa MI Assalam, Ahmad Nuzhan (10), menceritakan bahwa ia mulai merasa tidak enak badan tak lama setelah pulang sekolah.

“Pagi tadi makan nasi kuning sama ayam suwir dan sayur buah. Sorenya perut mulai sakit, terus muntah,” ujarnya lirih di ruang perawatan.

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kesehatan kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, terutama terkait standar higienitas dapur dan distribusi makanan. Tim gabungan Polri dan Dinkes juga akan mengumumkan hasil uji laboratorium begitu hasil analisis selesai. (SC Kanal Kalimantan)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

1.075 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Telah Kembali, Tujuh Jemaah Wafat di Tanah Suci

8 June 2026 - 09:58

drg. Ellyana Hasnuryadi Lantik Pengurus Cabang Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Kotabaru

2 June 2026 - 14:33

Pemkab HST pastikan ketersediaan hewan kurban 1.386 ekor jelang Idul Adha

23 May 2026 - 08:27

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global, Indonesia Diminta Perketat Pengawasan

19 May 2026 - 09:01

Banjarbaru Raih Penghargaan Nasional Berkat Program Penanganan Kemiskinan dan Stunting

6 May 2026 - 11:21

Meski Angkanya Turun, 144 Ribu Keluarga Masih Berisiko Stunting

27 April 2026 - 21:31

Trending di Kesehatan