Kalseldaily.com Banjarbaru — Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN, H. Sudian Noor, menilai bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis kemandirian dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru yang digelar di Panti Sosial Bina Laras “Budi Luhur”, Jalan A. Yani Km 29,6 Banjarbaru, Kamis (13/11) pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga pendidik SRMP 20 Banjarbaru serta berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Sudian Noor menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat pendidikan rakyat yang pernah tumbuh di masa lalu.
“Sekolah rakyat yang diingat oleh Bapak Presiden adalah wujud cita-cita pendidikan yang selama ini belum pernah ada lagi. Dulu pernah ada sekolah rakyat, dan kini konsep itu dihidupkan kembali,” ujar H. Sudian Noor.
Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai program pengentasan kemiskinan umumnya masih berbentuk bantuan sosial. Padahal, menurutnya, Sekolah Rakyat hadir dengan pendekatan berbeda karena menekankan pada pendidikan dan keterampilan yang mampu mengangkat martabat keluarga siswa.
“Anak-anak yang kini belajar di sekolah rakyat diharapkan kelak bisa menjadi generasi yang mengangkat derajat keluarganya, menguatkan ekonomi, dan keluar dari garis kemiskinan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sudian Noor mengungkapkan bahwa secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Menengah (SRM) di berbagai daerah Indonesia. Khusus di Kalimantan Selatan, terdapat tiga sekolah rakyat yang akan segera dibangun di Marabahan, Banjarbaru, dan Tanah Bumbu.
“Kontraknya sudah ditandatangani, dan peletakan batu pertama telah dilakukan di Bali. Insya Allah, pembangunannya akan dimulai awal tahun mendatang,” jelasnya.
Menurut Sudian Noor, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan ekonomi jangka pendek, tetapi juga berkomitmen membangun pondasi pendidikan yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRMP 20 Banjarbaru, Titik Niati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan tersebut.
“Atas nama sekolah, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak. Melalui kunjungan ini, kami berharap Bapak bisa melihat langsung bagaimana praktik kegiatan pembelajaran di SRMP 20 Banjarbaru berjalan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, SRMP 20 Banjarbaru memiliki 38 guru dan tenaga pendidik, dengan 12 guru berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, terdapat 5 tenaga kesehatan dari Jakarta yang membantu dalam bentuk penugasan sementara. Struktur tenaga pendukung sekolah juga terdiri atas 9 wali asuh, 4 wali asrama, 1 tenaga TU, 1 bendahara, 1 operator Dapodik, 3 satpam, dan 1 petugas servis keliling.
Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Badali, siswa SRMP 20 Banjarbaru, dilanjutkan penampilan tari “Indahnya Alam Borneo”, serta paduan suara Bungas yang membawakan lagu “Harga Berharga” dari Bunga Citra Lestari. Kemudian scara ditutup dengan penampilan pencak silat oleh dua siswa, menampilkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Bagi H. Sudian Noor, semangat gotong royong yang tumbuh di SRMP 20 Banjarbaru menjadi bukti bahwa konsep Sekolah Rakyat bukan sekadar cita-cita, melainkan gerakan bersama untuk membangun pendidikan yang berkeadilan dan memberdayakan masa depan bangsa. (Daily/Fin)
















Leave a Reply