Banjarbaru, KalselDaily.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Selatan. Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menjabat selama dua periode, wafat pada Rabu (6/5/2026) pukul 08.30 WITA di Rumah Sakit Islam Sultan Agung KM 17 Banjarbaru, dalam usia 79 tahun.
Almarhum yang lahir di Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, pada 10 November 1947, diketahui telah lama menderita sakit sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Sekretaris MUI Kalimantan Selatan, Dr. Nasrullah, menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sosok ulama kharismatik tersebut. Ia mengaku memiliki kedekatan pribadi dengan almarhum, terlebih karena pernah mendampingi sebagai sekretaris selama kurang lebih lima tahun.
“Atas nama pribadi dan juga Dewan Pimpinan MUI Kalimantan Selatan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga umat Islam di daerah ini,” ujarnya.
Menurut Nasrullah, almarhum merupakan figur ulama yang memiliki keteladanan luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti berdakwah, baik melalui ceramah maupun tulisan.
“Beliau adalah ulama yang sangat ulet dan istiqamah. Sejak muda hingga usia senja, beliau terus berdakwah tanpa mengenal lelah,” katanya.
Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam beribadah. Kebiasaan berzikir menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya. Bahkan, tasbih hampir selalu berada di tangannya dalam setiap kesempatan.
“Beliau juga sangat dekat dengan Alquran. Hampir setiap hari beliau membaca dan mengamalkannya. Ini yang membuat kita merasa kehilangan sosok ulama yang lengkap,” tambah Nasrullah.
Ia menilai almarhum bukan hanya memiliki kemampuan berdakwah secara lisan, tetapi juga piawai menuangkan pemikiran ke dalam tulisan, sehingga memberikan kontribusi besar dalam pengembangan dakwah Islam di Kalimantan Selatan.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya kalangan ulama dan tokoh agama di Banua. Sosoknya yang sederhana, konsisten dalam ibadah, serta dedikasinya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam akan selalu dikenang.
“Semoga almarhum husnul khatimah, segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan segala kekhilafannya diampuni,” tutup Nasrullah. (Daily/Jeram)














Leave a Reply