Menu

Mode Gelap
Paman Birin Terima Penghargaan BAZNAS Award 2024, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Belasan Kilo Sabu Diblender, 88.764 Orang Selamat dari Penyalahgunaan Narkoba Anggota KPPS Tabalong Meninggal, Ternyata Masih Pelajar Haul ke-4 Guru Zuhdi Dilaksanakan Tanggal 7 Maret 2024  Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2023 Capai 19,7 T, Terbesar Pertambangan

Daerah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banjarmasin Bersama Habib Jindan


 Habib Jindan Saat Mengisi Tausyiah di Gema Maulid 14 Malam di Mahligai Pancasila /foto: adpim kalsel Perbesar

Habib Jindan Saat Mengisi Tausyiah di Gema Maulid 14 Malam di Mahligai Pancasila /foto: adpim kalsel

kalseldaily.com Banjarmasin – Gema Maulid 14 Malam 1445 Hijriyah di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (27/09/2023) malam, menghadirkan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten.

Dalam tausyiahnya, Habib Jindan menyampaikan tentang keutamaan Nabi Muhammad SAW yang begitu sabar dan begitu agungnya akhlak beliau.

“Malam yang begitu mulia bagi Rasulullah adalah malam Isra Mikraj, sedangkan yang begitu mulia bagi ummat Nabi Muhammad adalah malam lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW. Sebab malam dimana Nabi Muhammad lahir disitulah awal mula Allah menurunkan segala kebaikan bagi umat nabi Muhammad” ujarnya.

Habib Jindan juga mengisahkan bagaimana Rasullah ketika berdakwah, beribadah selalu diganggu oleh orang yang tak beriman.

“Bahkan pada suatu hari Nabi ibadah sholat. Ketika Nabi Muhammad posisi sujud, orang kafir menuangkan jeroan unta yang busuk diatas kepala Nabi. Bahkan Nabi pernah patah gigi, jalanan ditaburi duri, di caci maki, di fitnah dan perlakuan keburukan lainnya. Lalu apa yang Nabi balas kepada mereka? Nabi malah memohon ampun kepada Allah agar ummatnya dikasih hidayah, beliau mengajarkan kepada kita tentang kasih sayang kepada semua makhluk Allah” sampainya.

Selain itu, Habib Jindan juga mengisahkan ketika Nabi mulai lahir hingga akhir hayatnya, orang-orang terkasihnya terlebih dahulu pulang kepada Allah.

“Ayahnya, ibunya, pamannya, hingga anak-anaknya dipanggil Allah terlebih dahulu. Tetapi bukan raut kesedihan yang beliau tampakkan, akan tetapi beliau tau bahwa orang-orang terkasihnya tersebut menjadi orang yang di sayang Allah SWT,” tuturnya lagi.

Bahkan ketika Nabi Muhammad sakaratul maut, ia berbisik kepada anaknya Fatimah bahwa ia akan wafat, maka menangislah sejadi- jadinya Fatimah. Akan tetapi Nabi kemudian berbisik kepada Fatimah bahwa tak lama setelah dirinya wafat, Fatimah juga akan wafat.

“Maka Fatimah tertawa terpingkal-pingkal saking senengnya, bahwa dirinya akan berjumpa dengan Nabi Muhammad di surga-Nya. Begitu hebatnya kecintaan Fatimah kepada ayahnya,” tambahnya lagi.

Untuk itu, Habib Jindan mengajak kepada semua masyarakat agar tidak hanya mengimani Nabi semata, tetapi juga mencintai dengan meneladani sikap dan sifat Rasul yang begitu agung.

Tim Editor

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pasien Mabuk Kecubung di Kalsel Jadi 47 Orang, Ada yang Diisolasi Karena Mengamuk

12 July 2024 - 18:24

5.000 Ekor Burung Dilepas BKSDA Kalsel di Tahura Sultan Adam

10 July 2024 - 20:13

Pengguna LPG Bersubsidi di Kalsel ‘Over’ dari Kuota

10 July 2024 - 08:43

Paman Birin Dikukuhkan menjadi Anggota Kehormatan Persatuan Purnawirawan TNI AD

10 July 2024 - 08:32

Mabuk Kecubung Resahkan Warga Banjarmasin, Polisi Buru Pengedar

9 July 2024 - 15:37

Penyerahan LHP-LKPP 2023, Paman Birin Pastikan Pengunaan APBD Berdampak untuk Kesejahteraan Rakyat

9 July 2024 - 14:16

Trending di Daerah