Kalseldaily.com – Menyambut bulan suci Ramadan, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, menggelar rapat persiapan Pasar Wadai Ramadan 1446 H di Kantor Gubernur Lama, Banjarmasin, Kamis (13/2) siang. Rapat ini menandai kolaborasi pertama antara Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin dalam menyelenggarakan pasar wadai tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
Hadir dalam rapat tersebut, Plh Sekdaprov Syarifuddin, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj Fathul Jannah Muhidin, Plh Ketua Dharma Wanita Persatuan Hj Masrupah, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, serta para kepala SKPD dari Pemprov dan Pemko Banjarmasin.
Gubernur H. Muhidin menegaskan, kolaborasi ini merupakan wujud kekompakan antara Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin. “Pasar wadai tahun ini akan lebih meriah karena kita bekerja sama. Sesuai tagline kita, ‘Bekerja Bersama, Merangkul Semua’,” ujar Muhidin.
Tahun ini, pasar wadai tidak hanya fokus pada kemeriahan, tetapi juga kenyamanan. Muhidin menekankan pentingnya menciptakan suasana yang bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. “Kita harus ramah lingkungan, ramah pelayanan, dan ramah dalam pelaksanaan,” tambahnya.
Sebanyak 145 peserta telah mendaftar untuk mengisi stand di pasar wadai ini. Muhidin mengingatkan bahwa hak guna stand tidak boleh dipindahtangankan atau diperjualbelikan. “Stand ini gratis dan tidak boleh dipungut biaya. Jika ada yang melanggar, kami akan mencabut haknya,” tegasnya.
Selain stand pedagang, akan ada ‘Warung Murah’ yang dikelola oleh TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW). Warung ini akan buka dari waktu berbuka puasa hingga jelang sahur pukul 02.00 WITA. “Warung Murah tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan sebagai bentuk amal di bulan Ramadan,” jelas Muhidin.
Makanan di Warung Murah akan disiapkan langsung oleh juru masak atau chef, dengan dukungan Dinas Sosial Provinsi Kalsel untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan.
Pasar wadai tidak hanya menawarkan kuliner, tetapi juga hiburan bernuansa Ramadan. Dinas Pariwisata akan mengelola panggung hiburan yang menampilkan pertunjukan setiap hari pukul 16.00-18.00 WITA dan dilanjutkan setelah salat Tarawih. “Siapa saja boleh tampil, asalkan penampilannya bertema islami,” ujar Muhidin.
Lokasi pasar wadai di kawasan Siring 0 Kilometer dekat Terminal Integrasi Banjarmasin dipilih untuk memudahkan akses masyarakat, baik melalui transportasi darat maupun air. Muhidin meminta Dinas Perhubungan menyediakan tempat tambat untuk klotok (perahu tradisional). Selain itu, parkir kendaraan darat juga gratis.
Pasar wadai akan dilengkapi dengan pos keamanan, pusat informasi, dan pos kesehatan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Di akhir rapat, Muhidin menyampaikan harapannya agar pasar wadai tahun ini dapat menciptakan suasana Ramadan yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita ingin event ini menjadi wadah silaturahmi dan kebersamaan, sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan,” tutupnya.
Usai rapat, Gubernur H. Muhidin beserta jajaran melakukan tinjauan langsung ke area pelaksanaan pasar wadai, mulai dari halaman Kantor Gubernur Lama hingga Tugu 0 Kilometer. Muhidin terlihat serius memberikan arahan untuk memastikan segala persiapan berjalan lancar.













Leave a Reply