Kalseldaily.com – Banjarmasin – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) melaporkan inflasi Kalimantan Selatan pada Maret 2025 sebesar 1,59 persen (mtm) atau 1,20 persen secara tahunan (yoy). Informasi ini disampaikan melalui media sosial resmi BI Kalsel pada Kamis (10/4/2025).
Kepala KPw BI Kalsel, Fadjar Majardi menjelaskan kenaikan inflasi utamanya disebabkan oleh berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan prabayar dengan daya 2200 VA ke bawah.
“Normalisasi tarif listrik menjadi pendorong utama inflasi bulan Maret. Kebijakan diskon sebelumnya telah berakhir, khususnya untuk pelanggan prabayar, sehingga terjadi penyesuaian harga,” ujarnya.
Dari lima kabupaten/kota yang menjadi acuan Indeks Harga Konsumen (IHK), Kabupaten Kotabaru mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 3,16 persen (mtm), sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Banjarmasin, yakni 1,13 persen (mtm). Sementara itu, inflasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tercatat 2,40 persen, Tanah Laut 2,06 persen, dan Tabalong 1,31 persen.
Meskipun inflasi mengalami peningkatan, terdapat beberapa faktor yang menahan lajunya, salah satunya adalah penurunan tarif angkutan udara.
“Diskon tarif tiket pesawat sebesar 13-14 persen menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1446 H turut menahan tekanan inflasi bulan ini,” tambah Fadjar.
Sinergi antara KPw BI Kalsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga di Banua. Upaya yang dilakukan antara lain melalui operasi pasar atau pasar murah di 99 titik di seluruh Kalsel, serta mendukung panen raya serentak padi di delapan kabupaten dengan total luas lahan mencapai 20 ribu hektare.
Sebagai pembanding, inflasi pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,62 persen (mtm) dan 2,58 persen (yoy), sedangkan pada Februari 2025 justru mengalami deflasi sebesar -0,39 persen (mtm) dan inflasi tahunan sebesar 0,25 persen (yoy). Rerata inflasi tiga tahun terakhir berada pada angka 0,77 persen (mtm) dan 4,26 persen (yoy).
“BI bersama TPID dan mitra strategis akan terus melakukan langkah-langkah sinergis dan kolaboratif untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Fadjar.















Leave a Reply