Kalseldaily.com – Jakarta – Nama Andi Amran Sulaiman semakin menguat sebagai calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang Muktamar partai yang akan digelar pada September 2025. Dukungan terhadap Amran datang dari Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Rommy.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, Rommy mengungkapkan bahwa usulan pencalonan Amran berasal langsung dari mantan Presiden Joko Widodo.
“Beberapa kali diskusi saya dengan Pak Jokowi, termasuk yang di Solo, memang salah satu sebab mengapa kemudian semakin fokus nama Pak Amran karena Pak Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Pak Amran jika diberikan sebuah amanah,” ungkap Rommy.
Rommy menilai, Amran memiliki seluruh kriteria yang dibutuhkan untuk memimpin PPP. Dari aspek ketokohan dan rekam jejak, Amran dianggap sukses menahkodai Kementerian Pertanian di era Presiden Jokowi dan kini juga dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, latar belakangnya sebagai pengusaha turut menjadi nilai tambah yang dinilai penting untuk mendukung kekuatan logistik partai.
“Pak Amran adalah seorang pengusaha yang sukses. Hanya kurang publikasi saja atas kesuksesan usahanya,” ujar Rommy.
Bahkan Rommy mengaku sempat terbang ke Makassar hanya untuk membujuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersedia maju sebagai Ketua Umum PPP.
“Saya butuh berkali-kali meyakinkan beliau (Amran) untuk bersedia maju, sampai saya harus ke Makassar meyakinkan beliau,” katanya.
Rommy juga menyinggung kedekatan Amran dengan pengusaha nasional Haji Isam yang dinilai dapat berdampak positif bagi PPP. Namun ia menegaskan, keterlibatan Haji Isam bukan dalam rangka mengakuisisi partai berlambang Ka’bah tersebut.
“Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai manapun. Karena sebagai pengusaha dengan komunikasi yang luas, beliau berteman dengan seluruh partai,” imbuhnya.
Dengan modal ketokohan, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki Amran, Rommy optimistis PPP bisa kembali lolos ke Senayan pada Pemilu 2029.
Kendati demikian, Rommy menegaskan bahwa partai tetap terbuka terhadap tokoh manapun yang terbaik untuk memimpin.
“Apakah Pak Amran betul-betul akan menjadi Ketum PPP pada Muktamar September 2025 mendatang? Waktu masih cukup panjang untuk kejutan-kejutan lainnya,” tutup Rommy.















Leave a Reply