Kalseldaily.com Banjarmasin – Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan usai dirinya bersama Komisi IV DPRD Banjarmasin melakukan peninjauan langsung ke dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di kawasan Belitung, Banjarmasin Barat, Kamis (6/11/2025).
Rikval menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan bagi ribuan siswa penerima manfaat program MBG di Kota Banjarmasin. Apalagi sebelumnya sempat muncul dugaan kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa di SMPN 33 Banjarmasin, salah satu sekolah penerima MBG dari dapur tersebut.
“Kami ingin memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar. Kami melihat langsung mulai dari pengolahan bahan makanan, kebersihan dapur, hingga alur kerja petugas di SPPG. Secara umum, semuanya sudah sesuai prosedur,” ujar Rikval.
Meski begitu, pihaknya tetap meminta agar pengawasan terhadap dapur MBG diperketat. Menurut Rikval, program sebesar ini harus dijalankan dengan standar tinggi karena menyangkut kesehatan anak-anak sekolah yang menjadi generasi penerus bangsa.
“Dari hasil pengamatan kami, tata kelola dan proses produksi sudah cukup baik. Namun pengawasan tidak boleh kendor, terlebih setelah muncul dugaan kasus keracunan beberapa waktu lalu. Setiap dapur harus menerapkan kontrol kualitas yang konsisten,” tegasnya.
Rikval juga menekankan bahwa kunjungan Komisi IV DPRD Banjarmasin bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program berjalan dengan baik dan aman. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah kota, pengelola dapur SPPG, dan instansi terkait dapat terus ditingkatkan agar mutu makanan selalu terjaga.
“Kami sepenuhnya mendukung program Makan Bergizi Gratis ini karena manfaatnya besar bagi anak-anak. Tapi kami juga harus memastikan bahwa pelaksanaannya aman dan sesuai harapan Presiden—memberikan asupan gizi yang sehat bagi siswa-siswi kita,” ungkap Rikval.
Diketahui, di Kota Banjarmasin saat ini terdapat 23 dapur SPPG yang melayani sekitar 66 ribu siswa dari berbagai tingkatan sekolah. DPRD berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala terhadap seluruh dapur tersebut guna menjamin keamanan pangan dan keberlangsungan program MBG di daerah.
“Kita ingin program ini benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan hanya dari sisi gizi, tapi juga kepercayaan publik terhadap pelaksanaannya. Dengan pengawasan yang kuat, kita optimistis MBG bisa menjadi pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Rikval. (Daily/md/HumasDPRDbjm)















Leave a Reply