Kalseldaily.com Banjarbaru – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Set Your Boundaries: Dekat Belum Tentu Sehat”, di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (27/9/2025).
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Tosina Sagala, seorang Mental Health Advocate, serta Muhammad Hasnan Rifqi, praktisi People Development. Kegiatan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, khususnya mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Tosina Sagala menekankan bahwa perkembangan teknologi membawa kemudahan, namun juga berpotensi mengganggu kesehatan mental apabila tidak diimbangi dengan kesadaran diri.
“Anak muda sekarang sangat dimudahkan oleh teknologi, tetapi justru itu bisa mengganggu kesehatan mental. Saya berharap peserta mampu mengenali diri lebih baik, memahami nilai dan tujuan hidup, sehingga bisa menetapkan batasan yang sehat. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh lebih baik di masa dewasa,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga batas toleransi dalam berinteraksi. Menurutnya, toleransi yang terlalu sempit membuat seseorang mudah marah, sementara toleransi yang terlalu longgar dapat membuat seseorang mudah dimanfaatkan.
Sementara itu, Muhammad Hasnan Rifqi menekankan peran lingkungan sosial terdekat terhadap kesehatan mental remaja. Ia menilai penting adanya ruang aman bagi anak untuk bisa bercerita dan berbagi perasaan.
“Tidak semua anak punya kesempatan untuk bercerita dengan orang tuanya, sehingga mereka memilih curhat ke teman. Teman yang baik adalah yang memiliki empati dan bisa dipercaya,” ujarnya.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan lebih memahami pentingnya menetapkan batasan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun digital, demi menjaga keseimbangan mental dan sosial. (*)
















Leave a Reply