Kalseldaily.com Banjarbaru – Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Selatan terus digencarkan. Senin (29/9/2025), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel menggelar silaturahmi dengan puluhan wartawan di Resto Kebun Ayu, Banjarbaru. Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi informasi sekaligus memaparkan program strategis yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narinda, mengungkapkan bahwa dunia pendidikan di Banua masih dihadapkan pada tiga persoalan utama, yaitu akses pendidikan, kualitas guru, dan kualitas peserta didik.
“Ke depan, kami fokus pada perbaikan sistem, penguatan integritas, dan peningkatan kualitas pendidikan agar ketiga masalah tersebut bisa diatasi secara bertahap,” ujarnya.
Salah satu gebrakan yang sedang disiapkan adalah digitalisasi layanan pendidikan. Melalui sistem ini, guru tidak lagi perlu datang ke Banjarbaru untuk mengurus cuti atau kenaikan pangkat.
“Semua akan berjalan otomatis lewat sistem digital. Jadi lebih cepat, efisien, dan memangkas birokrasi,” terang Tantri.
Selain itu, Disdikbud Kalsel juga menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi. Beasiswa akan diberikan baik untuk studi ke luar negeri maupun perguruan tinggi lokal melalui kerja sama dengan universitas-universitas di Kalsel.

“Kami ingin membuka kesempatan yang lebih luas, termasuk bagi anak-anak yang memiliki potensi akademik tinggi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada siswa, Disdikbud Kalsel juga menggandeng sejumlah perusahaan di Kalimantan Selatan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini diharapkan bisa menjembatani lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Perhatian Serius pada Kasus Putus Sekolah
Dalam forum tersebut, Galuh Tantri juga menyoroti persoalan putus sekolah yang masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Kalsel. Menurutnya, penyebabnya beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi, pernikahan dini, keharusan bekerja, hingga kasus bullying.
“Setiap anak punya latar belakang berbeda, jadi cara menanganinya juga harus disesuaikan agar tepat sasaran,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Disdikbud Kalsel menyiapkan beasiswa dan bantuan pendidikan agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah. Sementara untuk mereka yang sudah berhenti, pemerintah akan melakukan advokasi dan mendorong agar melanjutkan pendidikan melalui program Paket A, B, atau C.
Namun, Tantri menegaskan bahwa program ini membutuhkan perencanaan matang. “Programnya memang penting untuk segera dijalankan, tetapi prosesnya tidak bisa langsung instan. Semua harus melalui tahapan agar hasilnya maksimal,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Disdikbud Kalsel optimistis kualitas pendidikan di Banua akan terus meningkat sekaligus menekan angka putus sekolah, demi mencetak generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. (Silvia/Daily)
















Leave a Reply