Menu

Mode Gelap

Banjarmasin

Menanti Nahkoda Baru UIN Antasari Setelah Era Prof. Mujiburrahman


 REKTOR- Prof. Mujiburrahman saat memberikan sambutan perpisahan, Jumat (10/10/2025) Foto: Humas Perbesar

REKTOR- Prof. Mujiburrahman saat memberikan sambutan perpisahan, Jumat (10/10/2025) Foto: Humas

Kalseldaily.com  Banjarmasin – Proses pergantian pucuk pimpinan di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin tengah memasuki tahap akhir. Setelah masa jabatan Prof Dr H Mujiburrahman MA berakhir pada 13 Oktober 2025, Kementerian Agama RI kini menyiapkan penetapan rektor baru yang akan memimpin kampus Islam terbesar di Kalimantan Selatan untuk periode 2025–2029.

Meski masa jabatannya telah usai, Kemenag RI memperpanjang sementara masa tugas Prof Mujiburrahman hingga rektor definitif dilantik. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan dan agar roda administrasi kampus tetap berjalan stabil.

“Saya berharap tidak lama lagi dilantik rektor yang baru,” ujar Prof Mujiburrahman usai menerima Surat Keputusan perpanjangan tugas dari Kemenag, Selasa (14/10/2025).

Menurut Prof Mujiburrahman, pihak universitas telah menyerahkan tujuh nama calon rektor UIN Antasari periode 2025–2029 kepada Kemenag. Seluruh kandidat telah menjalani tahapan wawancara akhir di Jakarta pada 8–10 Oktober 2025.

Adapun tujuh nama yang bersaing memperebutkan kursi rektor adalah:

  • Prof Abdul Helim, Direktur Pascasarjana IAIN Palangkaraya, Guru Besar Metodologi Hukum Islam.
  • Prof Ahmad Khairuddin, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, doktor Pendidikan Agama Islam UIN Antasari.
  • Prof Ani Cahyadi, Guru Besar Ilmu Teknologi Pendidikan UIN Antasari.
  • Prof Jalaluddin, Guru Besar Ilmu Hak Asasi Manusia, Fakultas Syariah UIN Antasari.
  • Prof M Tahir, Wakil Rektor III UINSI Samarinda, Guru Besar Ilmu Dakwah.
  • Prof Nida Mufidah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Antasari.
  • Prof Wardani, Guru Besar Ilmu Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari.

“Wallahu a’lam, kita tidak tahu. Semua ditetapkan oleh pusat (Jakarta),” kata Mujiburrahman ketika ditanya soal siapa yang akan menggantikannya dan kapan pelantikan akan dilakukan.

Diketahui, proses seleksi rektor UIN Antasari telah berjalan sejak pertengahan tahun 2025. Tahapan tersebut melibatkan penjaringan, asesmen, hingga uji kelayakan dan kepatutan di tingkat pusat.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan menentukan satu nama terbaik yang dianggap mampu melanjutkan visi transformasi kampus Islam unggul dan berdaya saing global. (Daily).

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

19 Kloter Haji Kalselteng Siap Terbang, Bandara Syamsudin Noor Pastikan Layanan Optimal

23 April 2026 - 08:58

Sumbangan Sukarela atau Pungli? Kemenag Kalsel Turun Tangan Terkait Polemik MAN 2 Banjarmasin

21 April 2026 - 19:29

Kunjungi BWS Kalimantan III, Sudian Noor Dorong Akses Air untuk Rakyat dan Pertanian

18 April 2026 - 12:01

Dispersip Kalsel Dorong Profesionalisme Pustakawan Lewat Sertifikasi di Era Digital

16 April 2026 - 16:06

ACFFEST Movie Day 2026 Resmi Digelar, KPK Ajak Sineas Kalsel Lawan Korupsi

8 April 2026 - 18:40

Dari 249 Jadi 92, Seleksi Ketat Tim Basket Banjarmasin Berlanjut

4 April 2026 - 20:08

Trending di Banjarmasin