Kalseldaily.com Banjarmasin — Kuota haji reguler untuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada musim haji 2026 mengalami peningkatan signifikan. Tahun depan, jemaah haji asal Kalsel tercatat sebanyak 5.187 orang, naik 1.369 dari kuota tahun 2025 yang berjumlah 3.818 orang.
Sementara itu, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) justru mengalami sedikit penurunan kuota. Dari 1.612 jemaah pada tahun 2025, menjadi 1.559 jemaah pada 2026, atau berkurang sebanyak 53 orang.
Dengan demikian, Embarkasi Haji Banjarmasin yang melayani jemaah asal Kalsel dan Kalteng, akan memberangkatkan 6.746 calon haji pada tahun 2026. Angka ini meningkat 1.316 orang dibandingkan musim haji 2025 yang mencatat total keberangkatan 5.430 jemaah.
Peningkatan tersebut merupakan hasil penetapan kuota nasional yang dilakukan oleh Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025).
Dalam rapat itu disepakati bahwa Indonesia memperoleh total kuota haji sebanyak 221.000 orang, terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan sisanya untuk haji khusus. Kuota reguler tersebut kemudian dibagi ke 34 provinsi berdasarkan jumlah pendaftar dan lama masa tunggu di masing-masing daerah.
Menurut keterangan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang,
“rata-rata masa tunggu calon jemaah haji Indonesia kini sekitar 26 tahun.” Ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, pembagian kuota haji 2026 telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Menurutnya, sistem baru ini menerapkan prinsip keadilan, di mana provinsi dengan jumlah pendaftar lebih banyak otomatis mendapatkan kuota lebih besar.
Dengan tambahan kuota ini, pemerintah daerah di Kalsel diharapkan dapat segera mempersiapkan sarana, pelayanan, dan pendampingan calon jemaah agar pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar dan tertib. (Daily/Fin).















Leave a Reply