Tanah Bumbu, KalselDaily.com – Kehadiran Anggota Komisi VIII DPR RI H. Sudian Noor dalam kegiatan Diseminasi Program Presiden Tahun 2026 Kementerian Sosial Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat kedekatan antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan yang dirangkai dengan Sosialisasi Sekolah Rakyat dan Penguatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut berlangsung di Aula Istana Anak Yatim Yayasan Darul Azhar, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu, Senin (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sudian Noor hadir tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, tetapi juga sebagai Ketua Yayasan Darul Azhar yang baru. Posisi tersebut semakin memperkuat perannya dalam mendorong Yayasan Darul Azhar agar terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan.
Sudian Noor secara langsung menyapa ratusan masyarakat yang hadir. Ia terlihat berdiskusi dengan peserta kegiatan, mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan, sekaligus membangun komunikasi dua arah mengenai akses bantuan sosial, pendidikan, serta peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.
Interaksi langsung tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Sudian Noor tidak sekadar menyampaikan informasi program, tetapi juga berupaya memahami kondisi masyarakat penerima manfaat secara lebih dekat sehingga berbagai kebijakan dan program sosial dapat benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.
Peserta kegiatan diketahui berasal dari kelompok masyarakat Desil 1 hingga Desil 4, yakni kelompok masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial karena memiliki kebutuhan cukup besar dalam aspek ekonomi maupun pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, sosialisasi Sekolah Rakyat menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Program tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Selain itu, penguatan P2K2 KPM PKH juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Program tersebut tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas keluarga penerima manfaat agar mampu mengelola kehidupan keluarga, pendidikan anak, kesehatan, serta perlahan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sebagai Ketua Yayasan Darul Azhar yang baru, Sudian Noor menempatkan lembaga yang dipimpinnya sebagai bagian dari ekosistem sosial yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Yayasan Darul Azhar diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan sosial dan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.
Kehadiran Sudian Noor di tengah ratusan peserta sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi langsung dalam memastikan program pemerintah dipahami oleh masyarakat. Dialog yang dibangun menjadi sarana untuk menggali persoalan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang selama ini berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Sudian Noor menegaskan bahwa program sosial harus memiliki asas manfaat yang jelas bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh pengetahuan, akses pendidikan, dan kemampuan untuk meningkatkan taraf kehidupannya secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, peran Sudian Noor sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua Yayasan Darul Azhar semakin terlihat dalam menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat kiprah Yayasan Darul Azhar dalam bidang sosial dan pendidikan, dengan semangat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Tanah Bumbu. (Daily/Upi)












Leave a Reply