Kalseldaily.com Washington – Amerika Serikat tengah menyiapkan draf resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mendukung rencana perdamaian di Gaza yang digagas oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini menjadi bagian dari upaya diplomatik baru Washington dalam mendorong stabilitas di wilayah yang dilanda konflik selama dua tahun terakhir.
Seorang pejabat AS menyampaikan bahwa draf resolusi tersebut akan dibagikan kepada 10 anggota terpilih Dewan Keamanan PBB pada Rabu (5/11/2025) malam waktu setempat.
“Negara-negara seperti Mesir, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab akan turut serta dalam pembahasan ini,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.
Pejabat itu menilai keterlibatan negara-negara Timur Tengah menunjukkan dukungan regional yang kuat terhadap inisiatif perdamaian tersebut.
“Kami melihat ini sebagai sinyal positif bahwa upaya perdamaian di Gaza mendapat dukungan luas, tidak hanya dari Amerika Serikat, tetapi juga dari mitra regional kami,” katanya.
Rencana perdamaian yang disebut “20 Poin Trump untuk Gaza” terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama yang telah disepakati sebulan lalu oleh Israel dan Hamas mencakup gencatan senjata penuh dan perjanjian pertukaran sandera. Draf resolusi kali ini bertujuan untuk mengatur pelaksanaan tahap berikutnya secara resmi di tingkat internasional.
Dalam rancangan yang beredar, AS mengusulkan pembentukan pemerintahan transisi di Gaza dan pasukan penjaga perdamaian internasional bernama International Stabilization Force (ISF) dengan masa tugas dua tahun. Pasukan ini akan diberi mandat untuk menggunakan “segala cara yang diperlukan”, sebuah istilah diplomatik yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer guna menjaga keamanan dan menjalankan mandatnya.
Selain itu, resolusi setebal dua halaman itu juga memuat pembentukan Board of Peace, sebuah badan pemerintahan sementara yang akan bertindak sebagai otoritas sipil transisi di Gaza.
“Board of Peace akan bekerja berdampingan dengan pasukan ISF untuk memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut,” tulis draf tersebut.
Untuk bisa disahkan, resolusi ini membutuhkan dukungan sedikitnya sembilan suara dan tidak boleh mendapat veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis. Hingga kini, belum diketahui apakah Rusia dan Tiongkok telah menerima salinan resmi draf tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya baru Amerika Serikat memperkuat posisi diplomatiknya dalam penyelesaian konflik Gaza. (Daily/Fin)















Leave a Reply