Banjarmasin, KalselDaily.com – Jagat media sosial Kalimantan Selatan tengah ramai membahas dugaan lemahnya keamanan sejumlah situs pemerintahan setelah muncul unggahan dari akun Instagram @infocerewet_kalsel yang menyoroti persoalan kebocoran data, termasuk dugaan terbukanya akun Gmail hingga kata sandi yang berkaitan dengan sistem pemerintahan.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi“Anggarannya Miliaran buat situs, kok gampang bocor data Pemprov Kalsel, hingga sandi dan Gmail.”
Unggahan itu langsung memicu berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan kualitas pengelolaan website pemerintah daerah.
Akun @gabenoe menulis bahwa sejak awal penunjukan pembuat website dinilai tidak kompeten dan minim pemeliharaan sistem.

“Drii awal penunjukan pembuatnya aja ga kompeten.. trus minimnya maintenance,” tulisnya.
Masih dalam komentar yang sama, akun tersebut juga mengaku menemukan banyak script injeksi hingga database yang bermasalah.
Sementara akun @dragonsecurity76 mengklaim pernah menemukan celah keamanan berupa SQL Injection pada situs pemerintahan.
Akun @arian_s.r bahkan meminta agar persoalan tersebut dibongkar lebih jauh kepada publik. Komentar lain datang dari @4gus_haryo yang menyinggung dugaan pembengkakan anggaran proyek digital pemerintah.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait dugaan kebocoran data maupun tudingan yang beredar di media sosial tersebut.
Isu keamanan website pemerintah sebenarnya bukan persoalan baru. Sejumlah penelitian keamanan siber menunjukkan bahwa situs instansi pemerintah sering menjadi target serangan seperti SQL Injection, pencurian kredensial, hingga eksploitasi celah server apabila tidak dilakukan pemeliharaan dan audit keamanan secara berkala.
Karena itu, berbagai komentar yang muncul di media sosial dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan data digital pemerintah, terutama ketika anggaran teknologi informasi yang digunakan berasal dari dana publik.
Publik kini menunggu penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai apakah benar terjadi kebocoran data, sejauh mana dampaknya, serta langkah yang telah dilakukan untuk mengamankan sistem dan melindungi data masyarakat. (Daily/md)















Leave a Reply