Menu

Mode Gelap

Habar Dewan

Dari Tawa Jadi Inspirasi: Momen Hangat H. Sudian Noor Bersama Anak Sekolah Rakyat di Banjarbaru


 Dari Tawa Jadi Inspirasi: Momen Hangat H. Sudian Noor Bersama Anak Sekolah Rakyat di Banjarbaru Perbesar

Kalseldaily.com   Banjarbaru — Suasana di aula Panti Sosial Bina Laras Budi Luhur, Banjarbaru, Kamis (13/11), mendadak riuh oleh tawa para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20. Bukan karena acara hiburan, melainkan momen penuh kehangatan ketika H. Sudian Noor, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, berinteraksi langsung dengan para siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi Sekolah Rakyat.

Dengan gaya sederhana, H. Sudian Noor mengingatkan pentingnya hadirnya sekolah rakyat bagi anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi, namun tidak memiliki kesempatan menempuh pendidikan formal sebelumnya.

“Ini adalah Sekolah Rakyat, tempat bagi anak-anak kita yang sebenarnya memiliki keinginan besar untuk bersekolah, namun sebelumnya tidak memiliki kesempatan seperti ini. Keberadaan sekolah ini adalah anugerah, dan kita berharap anak-anak dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Dalam sesi interaktif, Sudian Noor menguji para siswa dengan pertanyaan ringan tentang istilah muzakki dan mustahik.

Tiga siswa maju dengan antusias, dan salah satu menjawab “mustahil” ketika ditanya arti mustahik, yang disambut gelak tawa seluruh peserta. Namun, di balik suasana lucu itu, terselip pembelajaran berharga tentang pentingnya memahami makna berbagi dan tanggung jawab sosial dalam ajaran Islam.

Momen tersebut menjadi cerminan betapa dekatnya H. Sudian Noor dengan dunia pendidikan dan anak-anak. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar soal angka atau ijazah, melainkan tentang membangun karakter.

“Setelah nanti kalian lulus, jadilah anak-anak yang bijak dan bermanfaat. Kita ingin melahirkan jutaan anak bijak di Indonesia, karena merekalah yang akan membantu membangun bangsa ini,” pesannya.

Politisi PAN asal Kalimantan Selatan itu juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Menurutnya, solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi adalah dengan membangun generasi berilmu dan terampil yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Kita tidak bisa terus berharap pada pemerintah. Kita harus menciptakan generasi yang memiliki ilmu dan keterampilan, sehingga bisa mendukung program pembangunan,” tegasnya.

Ia lalu menutup pesannya dengan dua prinsip kehidupan yang sederhana namun bermakna.

“Pertama, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kedua, teruslah berbuat baik agar setiap hari yang kalian jalani bernilai, kelak  setelah kalian menempuh pendidikan ini, jadilah orang yang memberi, bukan penerima. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmu agar bisa mengangkat derajat diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.” pesannya.

Bagi para siswa SRMP 20 Banjarbaru, pesan itu bukan sekadar nasihat, tetapi menjadi cambuk semangat untuk belajar dan berjuang. Di tengah keterbatasan, mereka kini percaya bahwa setiap anak, betapapun sederhananya, punya kesempatan untuk menjadi cahaya bagi masa depan bangsa. (Daily/Fin).

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Cegah Kecelakaan Berulang, Satlantas Tanbu Pasang Rambu Chevron dan Batas Kecepatan di KM 71,5 Mantewe

31 August 2026 - 17:55

Kunjungi Lokasi Karhutla, Sudian Noor Soroti Kesehatan dan Keselamatan Relawan

28 August 2026 - 21:20

Dispersip Kalsel Petakan Kebutuhan Pustakawan, ABK Jadi Dasar Penataan Formasi di Daerah

27 August 2026 - 23:42

Workshop Pengelola Perpustakaan Kalsel Perkuat Kapasitas dan Inovasi Layanan

26 August 2026 - 17:55

Tujuh Kabupaten/Kota di Kalsel Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, 6.905 Hektare Lahan Terbakar

25 August 2026 - 20:55

Petakan Potensi Generasi Muda, Pemkab HSS Gelar Psikotes Bakat dan Minat 4.184 Siswa

25 August 2026 - 12:23

Trending di Hulu Sungai Selatan