Kalseldaily.com Kotabaru – Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Kotabaru dan Tanahbumbu terus berjalan dan kini memasuki tahap awal pelaksanaan. Di lapangan, aktivitas fisik mulai terlihat melalui persiapan proyek, termasuk mobilisasi alat berat dan material ke lokasi pembangunan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Kalimantan Selatan Satker PJN Wilayah II BBPJN Wilayah XI Banjarmasin, Ichsan Permana Putra, mengatakan kontrak pekerjaan baru efektif dimulai pada akhir Desember 2025. Karena itu, pelaksanaan di lapangan saat ini masih difokuskan pada tahap persiapan.
“Saat ini kami masih dalam tahap penyiapan material dan mobilisasi alat. Kontrak pekerjaan baru mulai akhir Desember, sehingga pelaksanaan fisik di lapangan masih fokus pada persiapan,” ujar Ichsan.
Ia menjelaskan, pekerjaan pondasi jembatan akan segera dimulai dalam waktu dekat. BBPJN mendapat tanggung jawab untuk mengerjakan bentang utama jembatan, termasuk sebagian jembatan pendekat di sisi Kotabaru sepanjang kurang lebih 500 meter.
Jembatan Pulau Laut dirancang menggunakan tipe cable stayed dengan dek beton dan sistem kabel penyangga. Menara jembatan nantinya akan memiliki tinggi lebih dari 80 meter dan diharapkan menjadi salah satu ikon infrastruktur baru di Kalimantan Selatan.
Untuk tahapan selanjutnya, pekerjaan pondasi menjadi fokus utama hingga akhir tahun 2026. Sementara itu, struktur bentang utama jembatan ditargetkan mulai terlihat secara signifikan pada tahun 2027.
“Target penyelesaian keseluruhan pembangunan Jembatan Pulau Laut direncanakan hingga tahun 2028,” jelas Ichsan.
Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat menjadi akses strategis sekaligus membuka jalur logistik baru bagi wilayah Kotabaru, Tanahbumbu, dan daerah sekitarnya.
Total anggaran pembangunan Jembatan Pulau Laut diperkirakan mencapai Rp6,6 triliun yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan dukungan, terutama dalam penyusunan dokumen perencanaan dan kajian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalimantan Selatan, Robby Cahyadi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dari sisi Kotabaru maupun Batulicin juga masih terus berproses.
Menurutnya, paket pekerjaan tahun anggaran 2025 yang dikerjakan penyedia jasa, termasuk PT Hutama Karya, mendapat tambahan waktu selama 50 hari agar target pekerjaan dapat tercapai.
Untuk pekerjaan lanjutan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, proses lelang telah dilakukan dengan skema multiyears untuk periode 2026 hingga 2028.
“Skema ini diharapkan dapat bersinergi dengan pekerjaan bentang tengah yang ditangani Kementerian PU melalui BBPJN,” ujar Robby mewakili Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat membuat pembangunan Jembatan Pulau Laut selesai sesuai target.
“Semoga jembatan ini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kotabaru dan Tanahbumbu,” pungkasnya.
(Daiy/Fin)















Leave a Reply